SENTUHAN YANG SALAH
Kehilangan posisi CEO bagi pria sekelas Tama pasti merupakan sebuah bencana luar biasa.
"Ayah, ini sama sekali tidak masuk akal," sahut Tama, suaranya merendah, menahan ledakan amarah yang bergejolak di dalam dadanya. "Perusahaan ini berkembang pesat, mencetak keuntungan rekor di kuartal ini, dan berekspansi ke Eropa di bawah kendaliku. Urusan kehidupan pribadiku tidak ada hubungannya sama sekali dengan kompetensi korporat yang kutunjukkan selama ini!"