Cerita Cinta Sang Janda Muda
Dalam sedetik perasaanku bisa berubah dengan ekstrim dari bahagia menjadi marah dan bahagia lagi.
[Baiklah, dimana kita bertemu?] balasku cepat sebelum pria itu berubah pikiran.
[Bolehkah kalau aku menjemputmu ke rumah Tuan George?]
[Tentu, aku akan memberi kabar kalau pekerjaanku hampir selesai.]
[Baiklah, sampai bertemu besok. Tidurlah yang nyenyak.]
Aku tersenyum membaca pesan Alex. Lalu memejamkan mataku dengan bibir yang tidak bisa lurus. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku merasakan sesuatu yang membuatku tertidur sambil tersenyum.