Sepiring Tumis Pepaya Muda
Melihat sikapku barusan, Mas Rangga pun akhirnya menghentikan tawanya, bisa kurasakan tatapan matanya kini menatapku dan menyingkirkan kedua tanganku yang menutupi wajah.
"Kau tak perlu menutupi wajahmu dan malu mengakuinya Zia, karena aku yang lebih dulu jatuh cinta padamu."
Aku langsung mengangkat wajahku begitu mendengar ucapannya, benarkah itu?
"Kau tahu, rasa cintaku padamu bahkan lebih besar dari cintamu padaku," ledeknya sambil mengusap rambutku.
"Sebenarnya, salah satu tujuanku mengajakmu berlibur ke villa adalah agar kita bisa dekat dan juga agar kau tahu bagaimana perasaanku padamu," sambungnya.
Hot Chapters