MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK
"Coba bayangkan kalau sampai kakiku tertusuk bagaimana, Nurul Rania Suwito? Istimewa bukan? Sendal seperti ini saja dapat dari hasil nemu di depan rumah saat banjir kapan hari, lalu ini, kamu lihat celanaku? Ibu yang jahit, ada kali tiga kali jahitan, belum lagi celana Mas Pur yang entah berapa kali dijahit, mungkin ratusan."
"Deeeek," teriak Purnomo.
"Bentar, ya, Ran! Bayi besarku teriak-teriak," kata Lina.
"Iya, aku pulang dulu, ya!"
Lina mengangguk, dia berjalan menuju kamarnya.
"Celana pendek hitamku mana?" tanya Purnomo. Lina mendelik.
"Mas ... kamu gak takut kecubles itu barang kamu?" tanya Lina sambil memperhatikan celana dalam Purnomo.
Capítulos Populares