Mawar Merah Sang CEO
Aku mengusap bibirku dengan punggung tangan, membuat lipstik merah yang kugunakan seketika berpindah, menempel di punggung tanganku.
"Aku hanya mengambil apa yang seharusnya kudapatkan. Lima puluh juta hanya untuk mencicipi bibirmu saja, menurutmu itu sepadan?"
"Tapi kau ...," hardikku tertahan. Pipiku terasa panas saat aku melanjutkan kalimat, "Mengambil ciuman pertamaku."
"Ohohoho, kau tidak pernah berciuman sebelumnya? Yang benar saja!"
Aku hanya menunduk dalam-dalam. Sial! Dia malah menertawakanku.
Hot Chapters