WARISAN DARI BAPAK
Ia membacanya sambil mengernyit pula.
"Bisa habis kalau semua dipinjam olehnya. Memang untuk apa sih, Dek?"
"Ya aku nggak tahu, Mas. Pusing Adek juga."
"Biar Mas balas aja, ya?"
Aku mengangguk. Lalu menatap lelaki yang sudah tiga tahun ini menemani hari-hariku.
Ting!
Sebuah pesan masuk lagi. Aku buru-buru melihatnya.
[Mas mau membangun kamar untuk Ibu, Dek. Kasihan Naura, ia merasa terganggu karena bau amis dari tubuh Ibu kalau terluka.]