Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Tak lama ia kembali lagi kesini. Dia menyerahkan jilbab warna putih. Aku menerimanya. Mereka hampir pergi saat aku mulai menjembreng kain yang ternyata berbentuk kotak. "Nay, ini!" Aku menunjuk pada jilbab. "Kenapa, Mbak?" tanya Nay mendekat. "Ini bagaimana pakainya?" Aku bertanya terus terang. Nay mengambil jilbab itu dan melipat menjadi segi tiga. "Ini, Mbak. Jangan bilang ngga bisa pakai juga!"
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

tanya Raynal. “Serius ini tanya kenapa tiba tiba kamu muncul sambil bawa payung kaya pemeran Goblin di Drama Korea” Raina teringat dengan adegan payung didalam sebuah drama yang pernah ia tonton. Lalu tiba tiba gadis itu menggelengkan kepalanya. “Kenapa geleng geleng?” tanya Raynal heran. “Kalau dipikir pikir lebih gagah dan tampan yang didrama daripada kamu Nal” jawab Raina.
18.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

Pria itu bisa mendobraknya dengan satu tendangan, atau Victor bisa membuka pintunya dari sistem sentral. Tapi setidaknya, kursi itu akan membuat suara gaduh. Setidaknya, Elena akan punya peringatan satu atau dua detik sebelum Iblis itu masuk. Dia mengganti gaunnya dengan piyama sutra yang disediakan. Dia berbaring di tempat tidur king size yang terlalu empuk, menarik selimut hingga ke dagu. Matanya menatap langit-langit yang tinggi. Bayangan awan yang bergerak melintasi bulan tercetak di lantai kamarnya.
10888 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Iblis Jatuh Cinta

Iblis Jatuh Cinta

Sekali lagi, ia menangis. "Sekujur tubuhku terasa meremuk." Batin Kiara. "Kau sudah mandi?" Tanya Bibi Willy yang tiba-tiba datang dengan membawa setumpuk pakaian di tangannya. "..." Kiara hanya menoleh tanpa menjawab pertanyaan bibi Willy. Bibi Willy berjalan menuju almari yang ada di kamar itu dan meletakan pakaian yang ia bawa ke dalamnya.
1019.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 762 kali sebagai cerita jilbab
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Sata Erizawa
update bab berjudul 'annoyed', itu salah update ya.. harusnya itu di chapter 30 lebih.. malah keupdate karena salah atur waktu... maaf, maaf buat yg udah klik dan kehilangan poin 🍁 lain kali akan lebih berhati-hati
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor KSATRIA PENGEMBARA. Seorang pendekar dari Jawa Dwipa yang mengembara keseluruh penjuru dunia untuk menempa kekuatan dalam pertarungan dengan para pendekar hebat dari semua penjuru negara. Pastinya kisah ini akan sangat menarik untuk diikuti. Jangan lupa mampir y. T'Kasih
Baca Semua Ulasan
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Dari kejauhan, sosok Khaira tersembunyi oleh batang pohonnya yang padat dan daunnya yang rimbun. Gadis itu mengenakan jilbab berwarna tosca. Tadi pagi, ummi Latifah memberikan jilbab itu kepadanya. Panjangnya 150x150cm. Itu jilbab segi empat paling lebar yang pernah Khaira kenakan sejak dia mulai belajar berhijab. Kain panjang yang membingkai wajah rupawan itu, bagian depannya menjuntai hingga menutup badan atas dan pinggang. Sedangkan bagian belakangnya menjuntai hampir sampai ke lutut. Khaira begitu manglingi. Dia sampai bergumam dalam hati, “Jika Khair melihat penampilan kakaknya hari ini, pasti langsung sujud syukur.” Sambil menyeka air mata, Khaira bahkan masih bisa tertawa.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai cerita jilbab
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Baca Semua Ulasan
Maduku Sayang

Maduku Sayang

Atau mungkin aku yang terlalu berprasangka buruk. Pintu terbuka lebar. Vidia muncul dibaliknya dengan gaun putih yang sangat indah. Kali ini tidak mengespoks tubuhnya. Di tangan perempuan itu ada kain putih yang sama glamour-nya. "Pakein jilbab ini, Din. Besok aku mau pakai jilbab biar lebih islamic gitu!" titah Vidia sambil mengibas rambutnya. "Kan itu tinggal dipake aja diselipin dalam baju pengangin, Vid."
9.927.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Ustaz Tampan

Mengejar Cinta Ustaz Tampan

Tatapan mata hitam bulat itu tampak menyeramkan, membuat Dian yang tidak mengenakan jilbab semakin ketakutan. Wanita bergamis hitam tersebut berdiri, lalu mengambil kerudung yang dilempar asal oleh Dian. “Buktinya ini,” katanya menunjukkan jilbab segi empat tadi. “Begitu tujuan nggak tercapai, lo langsung lepasin. Mana ilmu yang lo dapatkan kalau pakai jilbab itu wajib??” sergah perempuan mirip Dian geram.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

“Vio, ayo…coba pakai jilbab. Kebetulan kan, baju kamu udah tangan panjang, celana juga panjang. Nih, aku cariin yaa.” Violet hanya tersenyum melihat Cintya yang sibuk mencarikan jilbab untuknya, ada model panjang, ada yang kotak seperti taplak meja, ada yang terusan dan lebar seperti jilbabnya orang Arab. “Nah, ini. Coba pak,” Cintya memberikan jilbab pashmina warna khaki dengan motif bunga kecil di tiap tepinya. Violet memakai jilbab tersebut, dibantu dengan Cintya. Mereka lalu berpoto di ponsel dengan berbagai gaya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

“Kamu yang sangat cantik, Harumi-San. Aku salut karena kamu langsung memutuskan untuk memakai jilbab setelah memeluk Islam. Sedangkan aku yang memang Islam sejak lahir malah ragu untuk menutup aurat. Padahal sangat jelas perintah dalam Al-Qur’an bahwa perempuan muslimah yang telah baligh harus menutup auratnya.” “Tidak ada kata terlambat untuk mengejar cinta-Nya, kan? Alhamdulillah, aku dan kamu Allah mudahkan untuk memakai jilbab. Setelah aku memakai jilbab seolah seperti terlahir kembali, aku menemukan kedamaian di dalamnya,” ujar Harumi dengan mata yang berbinar-binar. Keduanya pun larut dengan obrolan yang asyik, tanpa sadar jam menunjukan jam sebelas malam. “Sepertinya aku harus kembali
1073.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

ledek Mama. "Ye... Mama kan juga begitu. Kita senasib." ledekku balik. “Emang jilbabnya harus baru, ya, Nis?” “Kan bajunya enggak baru Mama. Jadi jilbabnya yang baru. Musti cerdik jadi istri.” cerocosku. “Hallah. Itu juga Mama dulu yang ajarin.” sangka Mama yang merasa prinsip hidupnya kujiplak.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai cerita jilbab
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status