Pendekar Kera Sakti
Dan tampaklah bagian dalamnya yang tanpa pelapis lagi.
"Ya, ampun... itu perut apa bendungan air? Sudah besarnya segitu, berlipat-lipat lagi. Hmm, hmm... kok kayak kulit badak aja!"
Baraka malah ingin tertawa geli memandangi gaya Lemakwati yang mirip seorang penari malam itu. Bahkan ketika Lemakwati mengguncang-guncang badan dengan makin merendah seakan memamerkan dadanya, Baraka hanya bergidik merinding sambil berkata dalam hati, "Itu dada apa sepasang kendil nasi? Kalau wajahku terbenam di tengahnya sana, kurasa dalam tiga hitungan aku sudah nggak bernyawa lagi. Sama saja mari tertimbun tanah longsor!"
Bab Populer