Mati Kembar
Terlihat gadis kecil itu dari matanya yang begitu lelah menunggu.
“ Nggak, kok, Sayang. Paling sebentar lagi Papa juga pulang,” jawabku memberi pengertian pada Andita.
“Kok, Papa lembur terus, ya, Ma?” timpal Andin menatap ke arah ku. Gadis kecil itu juga berlaku manja padaku.
“Daripada capek nungguin Papa pulang, mendingan kalian dengerin dongeng peri cantik, gimana? tawarku berharap kedua putri kembar ku segera terlelap.
Hot Chapters