Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

Nanang hanya bisa mengerang, tangannya meremas gemas Gunung kembar Risa yang berada di dekatnya. “Ohhh... terus, Kak!” Ningsih menggelinjang hebat saat puncak gairahnya pecah. Cairan hangat mi liknya tumpah membanjiri Permen Nanang, membuatnya terasa semakin licin dan nikmat. Ningsih akhirnya ambruk kelelahan, dan kini giliran Risa yang sudah siap dengan po sisi menungging, memamerkan asetnya yang menggoda.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Melisa menghampiriku, lalu bertanya pelan, “Kamu baik-baik saja?” Aku mengangguk, lalu menenggak habis segelas anggur merah di tanganku. “Kamu tahu nggak? Sebenarnya soal keguguran Yolanda dulu, ada ceritanya,” ujar Melisa sambil menghela napas. Aku mengangkat alis, bertanya, “Maksudnya?”
13.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Penuh Memar

Gadis Kecil Penuh Memar

Adam yang masih menggenggam tumbler tak sengaja menjatuhkannya di lantai. Tangan kecilnya tidak mampu menahan tumbler saking kagetnya. Mita juga dengan reflek langsung menarik dan memeluk Adam kembali. Dari balik pintu muncul sosok Ratih membawa sebuah nampan berisi dua porsi makanan, minuman, dan satu mangkuk irisan mangga. “Maaf terlambat, si nenek baru selesai membuatnya.” kata Ratih sambil menaruhnya pelan di meja belajar Mita.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Nyawa

Sang Pemburu Nyawa

Menghampiri Jezin lalu menepuk pundaknya sok bijaksana. "Lakukan cara yang lebih bermartabat. Kau seorang peri yang dibanggakan di dunia peri." Baru Jezin ingin melayangkan pukulannya, Remo sudah lebih dulu menjelma menjadi asap. Sebentar lagi kau akan lihat cara bermartabat yang sesungguhnya. ***** Jam sudah menunjuk pukul 9 malam. Reni baru saja selesai mandi. Ia cukup lama memanjakan dirinya di dalam sana dengan balutan busa beraroma mints.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri Mungil Milik Tuan Tanah

“Lupakan tentang Singapur—kenangannya, yang manis-manis, yang pahit-pahit. Semuanya sudah tidak layak diingat. Buka lembaran baru di sini, Naren.” “Makasih, Bro. Aku memang udah bertekad melupakan semuanya.” Narendra sepakat dengan gagasan pria yang terus terang telah membuatnya iri karena memiliki istri— “Ah, Nyonya Barata, aku belum tahu namamu. Btw, si—” “Nesa. Namanya Nesa, Naren,” serobot Barata. “Untuk yang lain-lainnya kamu tidak perlu tahu, kan?”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
FROM THE WEDDING HALL

FROM THE WEDDING HALL

Dia kemudian menggandeng tangan Tita dan mengajaknya sedikit menjauh dari Remy, tetapi masih tetap dalam jangkauan pandangan Remy. “Nes? Ada apa ini sebenarnya?” tanya Tita begitu mereka berhasil menjauh dari Remy. “Ceritanya panjang, Ta. Begini saja, nanti atau kapan-kapan aku main ke kost kita agar aku bisa menjelaskan semuanya sama kamu. Oke?” ujar Nesia dengan panik.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF

“Bima di sana?” “Enggak.” Jawab Nik dengan cepat. “Kabarin gue kalau Jenna udah balik.” “Hmm.”Rama menyugar rambutnya kasar, tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak. Laki-lak itu mencoba menenangkan diri dengan memeriksa ponselnya tapi bahunya langsung tegak begitu menemukan pesan Jenna yang tenggelem oleh tumpukan pesan-pesan lain.
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Di balik wajah muda yang terawat itu, kebusukan yang terkubur selama 50 tahun akhirnya muncul ke permukaan. Inilah dirinya yang sebenarnya. Seorang wanita yang mencuri identitas orang lain, tetapi tidak pernah benar-benar bisa menjadi dirinya. Nama nenekku adalah Garcia. Garcia yang asli. Dia meninggal dengan mata masih terbuka, terus memanggil-manggil nama suaminya. Tanganku mengepal erat. "Sudah selesai?" tanyaku dingin. "Bu Garcia, hasil wawancaranya nggak akan berubah. Silakan pergi."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA RENTENIR MUDA

JERAT CINTA RENTENIR MUDA

Harum aroma daging bakar langsung menyerbu indra penciuman. Keduanya memesan konro bakar, es pisang ijo, serta air mineral. Sambil menunggu pramusaji menyiapkan pesanan, Bahtiar mencoba membuka percakapan ringan. “Omong-omong, gimana cara lo menangani peretasan tadi? Itu diajarkan di kampus?” “Nggak juga, Bang. Lebih banyak dari hasil ngulik sendiri. Gue dulu waktu kuliah kerjaannya cuma main, makanya IPK jelek. Susah dapet kerja.” Ardan nyengir malu-malu.
953 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Nisan Retak

Nisan Retak

Yang ada hanyalah debu dan bayangan masa lalu yang seolah menunggu untuk diungkap. Amira perlahan melangkah menuju ruang tamu, di mana ia masih ingat dengan jelas tempat ia dan orang tuanya menghabiskan waktu bersama. Setiap sudut rumah ini menyimpan kenangan—kenangan tentang tawa, cinta, dan juga air mata. Namun, ada satu hal yang paling sulit dilupakan: nisan retak yang berada di pemakaman keluarga, yang selalu mengingatkannya pada kecelakaan itu. Nisan yang tak pernah diperbaiki, dan bagi Amira, itu menjadi simbol dari luka yang belum pernah sembuh. “Amira...” suara Anzar memecah lamunannya. "Kamu benar-benar ingin ke pemakaman itu sekarang? Banyak orang di sini yang masih takut membicara
994 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cerita remas nenen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status