Selubung Memori
“Jam sarapan, lalu beberapa lampu gerhamu tiba-tiba mati sendiri, tirai-tiraimu terbuka sendiri, daun-daun kering tanaman tiba-tiba gugur dan terkumpul di tempat sampah, dinding rumput memperbaiki dirinya sendiri sampai terlihat oke lagi, dan tiga kentang dalam kulkasmu memasak dirinya sendiri menjadi camilan di mejamu ini.”
Dia menoleh ke meja. Ada piring penuh kentang goreng.
Dia kelihatan tidak yakin harus berkomentar mulai dari mana. Dari semua yang bisa dia ucapkan, dia mulai merengek. “Forlan, aku dieksploitasi sampai lewat tengah malam. Kepalaku berpikir sampai aku tidak bisa tidur. Aku tidak bermaksud tidur selama ini. Kau sudah makan?”
Sikat na Kabanata