Istri sebatas harapan
“Yaudah, salam untuk Abi dan Umma kamu, ya. Maaf Kakak belum sempat main ke rumah.”
“Iya, Insyaa Allah disampaikan. Kak Tyas sibuk ceramah sama ngajar Ta'lim, 'kan. Salam untuk keluarga semua ya, Kak, Assalamualaiku.”
“Waalaikumsalam,” balas ustadzah. Aku masih menunduk hingga ustadzah menyenggol bahuku. “Ilham sudah pergi jauh,” bisiknya.
Aku mengangkat kepala, tersenyum tipis. Kami lanjut berjalan kaki, karena kebetulan rumah kami berdekatan hanya beda tiga rumah ke samping kiri.
인기 회차