Tergoda Adik Ipar
“Pesan ini yang kukumpulkan beberapa waktu, hingga kuputuskan untuk melakukan tes ketika bayinya lahir.”
Kun menegang. Diberi bukti dihadapan matanya, mau tak mau, dia seperti harus percaya. Mengambil ponsel Dido yang diletakkan di depannya, dia mengernyit saat membaca setiap pesannya.
[Kusiapkan tempat tinggal dan sejumlah uang. Tinggalkan kota ini dan mulai lah hidup baru, jika kau ingin melahirkan bayinya]
[Kenapa kau tidak mendengarkanku? Malah merusak hidup orang lain. Ayo, bertemu. Kita harus bicarakan ini dan mencapai kata sepakat]