Suami Pelarian
Untungnya tetangga cantikku itu tidak terlalu sering berkunjung, sesekali saja, dan yang pasti jika aku lewat di depan rumahnya Mbak Angel selalu menyapaku duluan dengan keramahan yang menjulang setinggi menara Eifel.
Seperti hari ini, setelah liburan yang disebut sebagai bulan madu ketujuh olehnya, wanita cantik itu berbagi oleh-oleh dengan tetangga dekat. Sebagai bentuk penghargaan aku berterima kasih kepadanya, dan mendengarkan kisah bulan madunya yang begitu manis, biar dia senang.
"Ngomong-ngomong, perempuan yang kemarin datang sama anak kecil itu siapa, Dik?" tanya Mbak Angel tiba-tiba mengubah topik. Nada suaranya terdengar kepo.
Hot Chapters