Samaran Terakhir
"Aku bukan anak kecil yang dulu."
Namun, sebelum ia sempat melanjutkan, cermin di depannya bergetar, seolah bereaksi terhadap tekadnya. Retakan kecil mulai menyebar, bergerak seperti akar yang menembus tanah kering. Dari retakan itu, sesuatu mulai merembes keluar cairan hitam pekat yang perlahan meluncur turun, membentuk jejak panjang di permukaan kaca.