Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Dan Argasura, yang kini terpapar, hanya sempat berteriak saat Dewa Maut menyerbu dengan Pukulan Lima Elemen Terpadu yang kini tak tertahankan. Pukulan yang diresapi kekuatan Bumi itu menembus pertahanan Logam Cermin Argasura yang kini telah terkontaminasi oleh uap Air/Api yang korosif. Prana Logam Cermin tidak hancur; ia pecah, retak seperti kaca yang dipukul palu godam, melepaskan serpihan cahaya reflektif yang bergerak kacau, tidak terarah. ***
102.7K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as cermin retak
Read
+Library
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Retakan tak muncul sedikit pun. “Sial, sangat merepotkan!” Surgawi kelima menggeram. Wajahnya memerah karena marah dan frustasi. Ia mulai mengambil cermin tembaga yang dahulu digunakan saat melawan monster ular raksasa. Cermin itu langsung menyala terang, membentuk cahaya panas yang menyilaukan. BOOM!!! Sinar dari cermin itu menghantam dinding transparan secara langsung. Kali ini bukan hanya dinding yang bergetar. Seluruh lubang ikut bergetar hebat, menciptakan riak energi yang menggulung ke atas.
9220.0K viewsOngoingAdded to Library 8.1K Times as cermin retak
Show Reviews (106)
Read
+Library
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Ini adalah peringatan. "Kalau aku menyatukan kalian semua," Arkana menoleh pada empat versinya, "apa yang akan terjadi padaku?" "Tak ada jaminan kau akan tetap waras," jawab Arkana-Ketakutan. "Kau akan kehilangan bagian dari dirimu yang membuatmu manusia," bisik Arkana-Penyesalan. Namun, saat mereka berbicara, cermin itu mulai retak. Retakan kecil menjalar seperti akar pohon, lalu meledak menjadi kepingan-kepingan yang melayang di udara.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as cermin retak
Read
+Library
Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Ia tahu bahwa ini adalah cara untuk kembali ke masa depan, tetapi juga cara untuk menyelamatkan Dyah dari takdir tragisnya. Namun, saat ia mencoba menyentuh cermin itu lagi, permukaannya tiba-tiba retak. Cahaya yang tadinya terang langsung memudar, meninggalkan cermin itu kembali seperti benda biasa—tua, rusak, dan tanpa daya. Raka menundukkan kepala, merasa frustrasi. "Aku sudah begitu dekat... tapi kenapa sekarang rusak?"
104.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as cermin retak
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Dan satu makhluk terakhir… tak punya apa pun selain rasa bersalah yang menua di dalam dada. Rhia tak menanyakan nama. Tak meminta penjelasan. Ia hanya menyodorkan satu benda: Cermin retak. “Kalau kalian ingin tahu siapa kalian…” katanya, “Lihat ke sini. Tapi jangan cari pantulan. Cari retakan. Karena di situlah kebenaran sering bersembunyi.” Satu per satu mereka menatap cermin itu. Beberapa menangis.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as cermin retak
Read
+Library
Cermin Dari Nenek

Cermin Dari Nenek

ucap Lala mengeluarkan cermin lalu mengetuknya tiga kali. Semilir angin dingin menghembus, cermin berdecit dan sosok menyeramkan perlahan keluar dari sana, itu Merre dalam mode seramnya. "Perintah apa, Nona?" "Kendalikan dulu rupa jelekmu itu! Ck, jelek sekali, hahaha!" tawa Lala pecah, bukannya takut malah menertawakan rupa seram Merre. Sudah biasa!
103.4K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as cermin retak
Read
+Library
Nisan Retak

Nisan Retak

Yang ada hanyalah debu dan bayangan masa lalu yang seolah menunggu untuk diungkap. Amira perlahan melangkah menuju ruang tamu, di mana ia masih ingat dengan jelas tempat ia dan orang tuanya menghabiskan waktu bersama. Setiap sudut rumah ini menyimpan kenangan—kenangan tentang tawa, cinta, dan juga air mata. Namun, ada satu hal yang paling sulit dilupakan: nisan retak yang berada di pemakaman keluarga, yang selalu mengingatkannya pada kecelakaan itu. Nisan yang tak pernah diperbaiki, dan bagi Amira, itu menjadi simbol dari luka yang belum pernah sembuh. “Amira...” suara Anzar memecah lamunannya. "Kamu benar-benar ingin ke pemakaman itu sekarang? Banyak orang di sini yang masih takut membicara
985 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as cermin retak
Read
+Library
Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya

Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya

"Sayang, gimana kalau pusat produkmu didirikan di Belatrus?" Aku tertawa riang di ujung telepon. "Setuju!" Mertuaku juga pindah ke Belatrus. Saat tahun baru, kami berkumpul dan memasak bersama dengan bahagia. Aku masuk ke dalam rumah dan mengeluarkan dua buah kotak beludru merah. Satu berisi kalung mutiara untuk ibu mertuaku dan satu lagi bros untuk ayah mertua.
7.6K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as cermin retak
Read
+Library
Kerayon patah

Kerayon patah

ujar wilner tak berdaya Levinia tertunduk tidak percaya " dasar pengecut, kamu pikir aku takut, aku gak perduli apapun itu resikonya, walaupun itu nyawaku" kembali menatap wilner dengan tajam Aku yang tidak ingin, maaf " tangis tak tertahan " maafkan aku " ujar wilner memeluk levinia Diposisi ini levinia sangat terpukul dan tertekan dengan keadaannya, lalu diapun langsung bangun dan memakai pakaiannya
104.3K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as cermin retak
Read
+Library
Tertawan Masa Lalu

Tertawan Masa Lalu

Indana melihat deretan guci mewah di sebuah kastil yang megah. Guci-guci besar berwarna keemasan setinggi pinggang itu tampak mengkilap. Sangat memesona. Indana takjub, lalu membelai salah satunya menggunakan ujung jemari dengan penuh hati-hati. Namun, tiba-tiba secara tak sengaja, tangannya malah menyenggol benda itu hingga oleng dan pecah. Dapat dia saksikan serpihan-serpihannya yang berserakan di lantai. Perempuan itu kalut. Lantas, memunguti satu per satu serpihan itu dan mencoba menyatukannya kembali. Dahinya basah oleh peluh. Sementara, hari mulai gelap, tapi tak jua Indana berhasil menyatukan kembali serpihan itu kembali ke bentuk semula. Indana meraung dan menangis sejadi-jadinya den
1.6K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as cermin retak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status