Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

Ditambah harus mengurus anak, aku dan suami sudah lama tidak berhubungan. “Halo, nyonya. Perkenalkan namaku Fajar, terapis terbaik di sini.” Fajar berdiri di depanku sambil membawa sebuah kotak. Aku pikir terapis terbaik dengan teknik turun temurun itu pasti om-om paruh baya, ternyata dia seorang pria muda yang kalem. Baju kerja spa terlihat agak aneh dipakainya.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Berikut adalah revisi untuk bagian ketiga agar dialognya makin natural, narasinya dipotong pendek-pendek (anti-wordwall), dan menghilangkan diksi berulang khas AI yang kaku: "Mas... mereka bawa senjata tajam sama senapan. Jumlahnya tiga orang, kita harus gimana?" bisik Clara. Tubuh rampingnya bergetar hebat. Tanpa sadar, dada padatnya menempel makin ketat pada punggung tegap Tresna. "Biarin saja, Clar. Kecoak dikasih senjata kayak apa juga tetep aja jadi kecoak," balas Tresna.
8.452.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Dan caption muncul: “Di bawah pohon ini dikubur cerita. Bukan untuk ditemukan. Tapi untuk tidak dilupakan.” Malam penayangan, tak ada pesta. Hanya Raydan dan Nara menonton dari laptop sambil memegang tangan satu sama lain. Di akhir, Nara berbisik: “Kamu tahu… yang membuatku akhirnya setuju?” "Apa itu?" “Karena aku ingin cerita ini… bisa jadi pintu buat orang lain bertanya pada suara mereka sendiri.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Wanita Rebutan

Wanita Rebutan

BUAT CERITA DIRGA SENANG ChatGPT Dirga adalah seorang pemuda yang tinggal di sebuah desa kecil yang terpencil di lereng gunung. Dia adalah pemuda yang ramah dan penuh semangat, yang selalu siap membantu orang lain. Meskipun hidupnya sederhana, Dirga selalu memiliki senyuman di wajahnya dan rasa syukur di dalam hatinya.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

Apalagi kalimat lanjutan dibawahnya yang sangat menakutkan. “Tidak, Ukhti, aku datang ke sini bukan untuk makan, tapi yang aku dengar kau sedang mencari adik madu, aku ingin menjadi bagian dari keluargamu,” siswi India itu takut-takut membaca dialog tersebut. “Ya, Allah sesak napasku, ini siapa yang buat dialognya!” Nuwa membanting buku di atas meja. “Ini hanya dialog saja, baca yang benar.” Hampir habis kesabaran Dayyan.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Selamat malam, pemirsa. Malam ini, setelah sekian lama hanya menjadi perbincangan yang tak berwujud layar… untuk pertama kalinya sejak filmnya mengguncang berbagai kota di dunia, kita kedatangan seseorang yang mungkin paling banyak dicari, dibicarakan, bahkan disalahpahami.” Rahmat berhenti sejenak, memberi ruang bagi kalimat itu meresap. “Dan malam ini ia hadir bukan untuk menjelaskan dirinya, tapi untuk membuka percakapan.” Tepuk tangan penonton mengalun pelan tapi panjang. Rahmat menoleh ke sisi kanan panggung. “Selamat datang di Dialog dan Wacana, Mas Bumi.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

jawab gadis itu tak peduli. Ceri berdecak, “Gue ada perlu sama lo” ucap Cery sambil menarik tangan Dania yang mencoba mengabaikannya. Dengan cepat Dania menghempaskan genggaman yang cukup membuat pergelangan tangannya sakit. “Lepas! Aku sibuk,” serunya. “Kenapa sih? takut ya?” teman Ceri berbicara. “Takut nih, nggak ada yang nolongin aduh,” jawab Ceri dengan nada meledek.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Dudag dudag dudag dudag Dudag dudag dudag dudag suara pijakan gerombolan kaki kuda yang mengejar dokar pembawa jabang bayi kerajaan semakin jelas terdengar. Dayang sudah begitu panik berada di situasi yang sedang dialaminya. “Ah tanganku kram,” teriak supir dokar pada dayang dengan penuh kecewa pada dirinya sendiri. Mengapa disaat segenting ini tangannya harus kram. Sungguh teramat sangat menyebalkan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Faris memetik satu daun dari pohon pena, yang segera berubah menjadi kunci bercahaya. “Kalau kita ingin cerita ini bertahan, kita harus menulisnya bersama mereka,” ujarnya. Tiba-tiba, di sekeliling mereka terbentuk panggung Panggung Dialog. Tempat karakter dan pembaca bisa saling melihat, saling bicara. 4. Dialog Pertama Muncullah satu sosok dari sisi panggung pembaca. Wajahnya kabur karena tiap pembaca memiliki bentuk yang berbeda. Tapi suaranya jelas:
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

Beginilah history percakapan kami berdua via W******p. Adiba : Tumben? Curhat apa, Mas? Aku : Masalah rumah tangga. Kamu keberatan nggak kalau aku cerita? Adiba : Kamu serius mau curhat sama aku, Mas? Aku : Serius ☹ Menurutku, mungkin cuma kamu yang mau dengerin. Adiba : Aku masih lajang, lho. Belum ada pengalaman sama sekali.
1060.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai cerpen dialog
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status