Lady Bug
Keduanya nampak berbisik-bisik tak menghiraukan Vivi atau Anjas.
Sekarang tinggal Vivi dan Anjas, gadis itu berdeham kecil.
"Jadi, selanjutnya apa, Kak?"
Anjas kembali memandang Vivi yang kali ini lebih kalem dari tadi. Ia mengambil pena dan kertas putih, menulis sesuatu di sana. "Sekarang kita bahas tentang dialog tag dan narasi, ya."
Sembari Anjas menulis dengan serius, Vivi bersangga dagu, tersenyum tak lepas memandang wajah pemuda tampan di hadapannya sambil mengaduk-aduk minuman memakai sedotan.