Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BENALU

BENALU

Ah, ibu ini memang suka banget bikin aku banyak kerjaan. “Nggak mau, Ibu mau makan, makanan yang baru di masak hari ini,” sungut Ibu lagi. Astaga! kenapa ibu semakin hari semakin aneh kayak gini. Semakin ngeselin saja tingkhanya. Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal. Stres lama-lama aku yang strees hadapi ibu. “Pagi Jeng Intan. Cantik sekali,” ucap Mami tiba-tiba. Sudah berada di antara kami.
9.949.7K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)

Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)

PoV Abang Ibu sudah membaca buku harian Ayah. Tidak ada kata yang terucap darinya. Hanya terlihat kedua mata dan hidung yang memerah. Seperti habis menangis. Setelahnya, masih dengan empat mata aku bercerita tentang buku harian Bunda. Tentang masa lalu dan asal usul Bunda. Ibu menyarankan agar aku menelusuri panti asuhan Muara Bunda. Memang benar ada atau hanya fiktif belaka.
10102.1K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as cerpen hari ibu
Show Reviews (19)
Read
+Library
Isabella
nofel yg benar benar keren bikin ngakak tingkah si Dion dan si Dendy . ada kocaknya. ada manisnya ada romantisnya ada genre nya pokoknya komplit ....pokoknya keren keren keren. ku tunggu nofelnya yg lain thoer
Afdan
Bab Sakit...knpa ayu harus nangis kan emang salah dia sendiri tuh knpa sih thor lembek amat bisa aja buat si ayu liat ponselnya trus liat chatnya..kn dia yang mulai kata firman ajak nonton udah pasti abngnya marah bilang gitu..trua ayu knpa nangis punca masalah dirinya yang cipta..Lol
Read All Reviews
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

Mulai dari bagaimana itu berawal, dan bagaimana itu berakhir. “Apa yang Kamu lakuin?” “Mastiin ingatanmu masih jernih.” “Hentiin! Hentiin sekarang juga, gak!” Tapi, seperti potongan film dalam pemutaran DVD jadul, tayangan itu terus berjalan. Ini adalah tahap di mana Ibu bercerita. Dulu, sewaktu masih muda, Ibu adalah seorang idola desa. Wajahnya jelita, tingkahnya yang ceriwis hingga disukai banyak orang. ‘Dulu Ibu juga punya banyak pacar, lho.”
6.8K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Suatu malam Gairah

Suatu malam Gairah

Dia adalah suami ideal yang dikirim dari surga. “Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menjelaskan dan terima kasih atas sentimen Hari Ibu Anda. Hati saya hancur untuk mengakui bahwa saya pernah memiliki keraguan tentang Anda. Dia berbalik dan memberiku pelukan beruang. Bagaimana saya menjadi sangat beruntung? Saya berpikir sendiri. Saya berpikir sendiri. Pesan untuk semua ibu cantik:
1029.9K viewsCompletedAdded to Library 926 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

Ibu mengalihkan pembicaraan. Aku bercerita banyak hal tentang beberapa hari kelam yang kujalani kemarin. “Tidak apa-apa. Lebih baik kita dizalimi, daripada kita menzalimi, Dinis. Allah tidak tidur. Allah tahu apa yang kita rasakan dan Allah akan membalas air mata kira kelak, entah dengan cara apa,” ucap ibu sambil mengusap air matanya. “Ibu, apakah benar ibu mencuri?” tanyaku penasaran. “Kenapa ibu bisa bebas sekarang? Apa ibu tidak mencuri? Aku terus bertanya karena didorong rasa penasaran.
1019.1K viewsOngoingAdded to Library 553 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

Dengan caption: 'Lagi jaga cucu, walaupun sudah punya lima cucu, tapi masih kinyis2 kayak gadis (no filter) Yaa Allah kenapa wanita yang kupanggil ibu itu membuat ingin menelan gilingan mie ini bulat-bulat. Sudah berkali-kali aku menegur Ibu, tapi ya bukan Sri Hariati namanya kalau nggak ngeyel. Dari dulu Ibu memang terkenal dengan ngeyelnya, makanya Bude Darmi suka gedeg, apalagi ketika beberapa waktu yang lalu sempat pura-pura taubat, semenjak kejadian itu Bude Darmi enggan berkomunikasi dengan ibu.
1023.1K viewsCompletedAdded to Library 462 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Salah Melamar

Salah Melamar

tanya ibu menyapa. “Ini, Bu. Tadi habs ke pasar. Kecapnya habis,” dusta Mbak sri. ‘Maafkan kami, Bu,’ batinku yang merasa tak enak hati membohongi wanita baik itu. “Kabarmu gimana, Nak Dijah?” tanya ibu yang menyentuhkan dahinya ke dahiku. Kuraih lengannya, dan kucium punggung tangan beliau. “Dijah itu baik, Bu. Harusnya ibu yang mengkhawatirkan kondisi ibu.”
1027.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Me And My Dad

Me And My Dad

ucap Cokky sambil memeluk sang ibu dari belakang. “Darimana saja jam segini baru datang?” keluh sang ibu sembari marah. “Bilang sama mereka suruh mengalah, masak di hari ulang tahunku aku harus kalah enam kali berturut – turut,” sang ibu mengadu ke anaknya bak anak kecil yang manja. Cokky lalu mengambil sebuah kursi dan duduk di samping ibunya lalu berkata. “Ayolah nona – nona mengalahlah dari ibuku, nanti akan ku beri hadiah satu per satu.”
109.8K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Karma pahit seorang pelakor

Karma pahit seorang pelakor

"Ibu dulu hanyalah seorang penjual kain keliling, ibu harus bangun ketika hari masih gelap, lalu kembali ketika yang lain sudah terlelap untuk mengumpulkan keuntungan yang tidak seberapa, padahal seumur hidup ibu, alhamdulilah ibu selalu hidup dalam kecukupan, lalu harus terbanting, merangkak, terjatuh lagi hingga akhirnya ibumu besa benar-benar berdiri tegak, semua karena kerja keras dan semangat ibu ingin segera berkumpul dengan kalian. Menik terdiam cukup lama mengenang perjuangannya masa silam yang penuh dengan liku. Astutik pun begitu hanyut dengan cerita ibunya, tak menyangka begitu keras perjuangan ibu berada jauh dari keluarga. "Kamu tau nduk, dulu bahkan ibu hampir saja ternoda, nam
108.8K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Makanya ibu selalu menolak untuk menceritakan kesehariannya di sana. "Nah, kan. Makanya ibu malas cerita-cerita. Nanti kalian berantem lagi," pungkas ibu. "Aduh, Bu. Nggak marahlah. Toh sekarang ibu sudah sama aku. Kalau memang Mbak Sinta sama Mila dulu belum bisa merawat ibu dengan baik ya nggak apa-apa. Mungkin memang lagi pada sibuk," jawabku sekenanya. Berharap ibu kembali menceritakan semuanya padaku.
10101.0K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status