Frekuensi Terlarang
kata Lilia sambil mengambil seuntai benang sutra berwarna biru.
"Pola apa, Ibu?" tanya Juan kecil dengan mata berbinar.
"Pola masa depan," jawab Lilia lembut. "Pola yang tidak memiliki ujung, karena kita yang akan terus menulisnya setiap hari."
Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menenun bersama, menciptakan sebuah kain panjang yang menceritakan sejarah tentang kegelapan yang dikalahkan oleh cahaya, tentang mesin yang belajar untuk mencintai, dan tentang seorang pria yang memilih untuk menjadi abu agar dunia bisa kembali memiliki warna. Kain itu nantinya akan digantung di balai desa, sebagai pengingat bagi generasi mendatang tentang harga dari sebuah kemerdekaan.
Chapitres populaires