Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GETARAN JIWA

GETARAN JIWA

ucapku. “Waktu itu ada perlombaan hari kemerdekaan dan aku menang. Hanya saja ada satu murid yang curang dan mengambil resep makanan yang telah ku catata dalam waktu seminggu. Padahal resep-resep itu sudah ku riset selama berminggu-minggu lamanya. Saat pengumuman siapa pemenang, aku kalah dan sejak itu rasa malas buat memasak timbul.” Menjelaskan pada Renata, entah pemikiran darimana timbul membuat ku menceritakan hal itu. “Tapi kau sering membuat ku sarapan? Bukannya malas?” Aku terkekeh saat mendengar pertanyaannya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Ada tiga sejarah: Kejadian yang pernah terjadi dan ditulis Kejadian yang tidak pernah terjadi namus tertulis Kejadian yang pernah terjadi namun tidak tertulis Alkisah terdapat suatu negara yang mempunyai cita - cita akan datangnya masa keemasan setelah seratus tahun kemerdekaanya. Berbagai harapan, visi, dan misi selalu dilontarkan oleh pemerintah negara tersebut melalui banyak media. Bahkan biarpun berulang kali berganti kepemimpinan, harapan itu tetap ada.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

Karena yang aku pikirkan hanyalah Ningsih, pujaan hatiku. Hingga kemudian, tibalah saatnya momen kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia, yaitu perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Di kota kecamatanku, diadakan sebuah tunamen bola voli yang disponsori oleh beberapa perusahaan perkebunan dan tauke-tauke tambang batu bara tradisional. Meriah sekali, dan di situlah aku bersinar terang sekali.
9.614.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Akhirnya, tayang juga Susahnya Jadi Mas Joko ini. Novel pelarian yg saya tulis karena gak (belum) bisa ngelanjutin kisah Aje Karin n Hekal Olive. Semoga kaka2 reader suka dengan kisah Mas Joko yg kocak sekaligus pilu ini. Dukung saya ya kak supaya ttp semangat menulis. Terima kasih.
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Baca Semua Ulasan
Petualangan Hidup

Petualangan Hidup

Kami membangun ruang rahasia di bawah tanah untuk menyembunyikan majalah dan bungkus rokok ketika ayah atau seseorang memutuskan untuk melakukan rutinitas dan mengunjungi kami. Musim kemarau itu adalah yang terkering dan terpanas sejak 1990, kata surat kabar, dan pada hari Jumat di bulan Juni itu, beberapa hari sebelum sekolah dimulai lagi, rumputnya kering dan berwarna cokelat. Hari Gunawan, Rudi Prasetya dan aku menginap di markas dan bangun pagi hari, mengeluh tentang sekolah yang begitu dekat dan bermain kartu dan menceritakan lelucon yang sama yang telah kami ceritakan seratus kali sebelumnya. Hari menertawakan tawa khasnya pada lelucon itu “eea eea eea”. Dia yang paling aneh, kita semu
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

--- [Narator – Tidak Menulis, Tapi Menyaksikan] Aku tidak menulis apa-apa hari ini. Tapi aku tersenyum. Karena melihat mereka memilih tawa, meski dulu mereka lahir dari luka adalah akhir yang tidak pernah aku rancang, tapi ternyata… adalah akhir yang terbaik. --- [Penutup: Hari Ini] Tidak ada babak besar. Tidak ada twist. Tidak ada pertarungan. Hanya hari biasa. Tapi bagi mereka yang dulu harus bertarung untuk hak sekecil "boleh merasa" hari biasa ini adalah hadiah.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Bittersweet

Bittersweet

<3 Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia!! Merdeka! Merdeka! Merdeka!! Terimakasih sudah mampir di cerita ini! jangan lupa tinggalkan jejak berupa rating<3 dan jika ada sesuatu yang ingin disampaikan untuk membangun cerita ini kalian bisa tulis di kolom komentar ya! Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan chapter ini! Have a nice day<3
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Desire In Love

Desire In Love

Sean berkata dengan lantang. "Wah hebatnya anak Daddy sekarang nyanyikan daddy pengen denger deh sekalian ngetes kamu hapal atau ga." "Jangan meremehkan aku, Dad." "Tujuh belas agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka. Sekali merdeka tetap merdeka Selama hayat masih di kandung badan
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

kata Lilia sambil mengambil seuntai benang sutra berwarna biru. "Pola apa, Ibu?" tanya Juan kecil dengan mata berbinar. "Pola masa depan," jawab Lilia lembut. "Pola yang tidak memiliki ujung, karena kita yang akan terus menulisnya setiap hari." Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menenun bersama, menciptakan sebuah kain panjang yang menceritakan sejarah tentang kegelapan yang dikalahkan oleh cahaya, tentang mesin yang belajar untuk mencintai, dan tentang seorang pria yang memilih untuk menjadi abu agar dunia bisa kembali memiliki warna. Kain itu nantinya akan digantung di balai desa, sebagai pengingat bagi generasi mendatang tentang harga dari sebuah kemerdekaan.
360 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Hari Baru Tiga hari setelah istana direbut, rakyat berkumpul di alun-alun ibu kota. Di sana, tak ada panggung mewah, tak ada barisan prajurit berzirah. Hanya sebuah tiang kayu sederhana tempat panji baru dikibarkan—panji tanpa simbol kerajaan, tanpa warna kebangsawanan. Hanya lambang pohon dan akar yang menjalar ke seluruh arah, melambangkan pertumbuhan dan keterhubungan antar semua kelas. Rainer berdiri di tengah kerumunan. Ia tidak naik panggung. Tidak menyampaikan pidato panjang. Hanya berkata dengan suara tenang, namun jelas:
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status