Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

*** Hari Ketiga Puluh Empat: Mengenang Tanpa Menyesal Pagi itu hujan turun. Kabut menyelimuti pegunungan di kejauhan, membuat suasana terasa syahdu. Anya bangun lebih awal, duduk di depan jendela penginapannya sambil menggenggam secangkir teh jahe hangat. Di luar, gemericik air hujan terdengar. Hari ini tema kegiatan adalah: “Mengenang Tanpa Menyesal: Mengubah Luka Menjadi Warisan Cinta.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Gerilya Di Balik Seragam

Gerilya Di Balik Seragam

seru Leman, dan para pejuang baru langsung berkumpul di sekitarnya, duduk di atas tikar pandan yang sudah usang. “Kami pernah dengar tentang ‘Pahlawan Kebebasan’!” kata seorang pejuang baru. “Kabarnya, dialah yang membuat strategi sehingga pasukan bisa lolos dari kepungan Belanda!” “Siapa dia? Apa dia juga bagian dari pasukan kita?”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Pulang Disambut Bendera Kuning

Pulang Disambut Bendera Kuning

Di malam yang cerah dengan langit berhiaskan bintang dan bulan purnama, banyak orang berkumpul di halaman depan rumah Pak Tama yang luas. Beberapa rekan kerja serta keluarganya mereka, kerabat dan tetangga ikut hadir dalam acara sederhana hari anniversary Pak Tama dan Bu Harum. Meja kursi yang dibalut dengan kain putih serta diiringi lagu-lagu nostalgia yang diputar dari MP3 player.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Suamiku Bocil Tajir

Suamiku Bocil Tajir

Yang betul itu Sania dan Dony tak punya pilihan lain, karena orang tuanya dan orang tua Hera bersahabat. Tapi tunggu, sepertinya kakaknya tidak sebenci dirinya pada gadis cengeng dan penakut itu. Dalam foto selanjutnya Sania melihat kakaknya sedang berbagi kembang gula dengan Hera yang lagi-lagi terlihat habis menangis. Kalau tidak salah hari itu, adalah perayaan hari kemerdekaan. Sania dengan sengaja memasukan kodok mainan ke dalam tas tangan Hera dan membuat Hera menjerit ketakutan. Sania terkikik senang mengingat betapa bahagianya ia hari itu. Dan ia baru berhenti saat Ibu menatapnya khawatir, mungkin dikiranya Sania kemasukan atau semacamnya.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan

Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan

Air matanya perlahan turun membasahi pipi. Sejak kemarin Cakra merenung, tentang apa yang sudah terjadi sejauh ini. Andai saja malam itu Cakra tidak menginap di rumah kakak iparnya. Andai saja saat itu Cakra tidak menyentuh dan tidur bersama dengan Mitha, bahkan sampai merenggut kehormatan kakak iparnya. Andai saja, andai saja … kata-kata itu terus berputar di otaknya. Penyesalan selalu datang belakangan.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Gundik Bangsawan Belanda

Gundik Bangsawan Belanda

Mereka menjadikan Jiwana sebagai contoh dari sebuah perjuangan seorang pemuda yang menginginkan sebuah kebebasan. Saat Indonesia dinyatakan merdeka dan diakui oleh negara lain. Orang-orang mulai membangun kembali pulau Mirah Adhi dan Jiwana pun segera pensiun dari jabatannya sebagai seorang pemimpin. Walaupun banyak orang menyayangkan hal itu dan berharap Jiwana akan memimpin mereka untuk waktu yang lama, tapi mereka segara menyetujui proposal pensiun itu saat mengingat betapa lelahnya tubuh Jiwana saat ini. Mereka tau bahwa Jiwana telah berjuang untuk waktu yang lama untuk kemerdekaan. Jadi mereka berharap Jiwana dapat beristirahat dan mempercayakan pembangunan pada generasi selanjutnya. Ji
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
100 Hari Bersamamu

100 Hari Bersamamu

Anggasta menuntun Aruna perlahan karena tempat yang mereka tuju berada di tempat yang tinggi, rasanya kaki Aruna sudah sangat pegal karena terus menanjak. Anggasta menghitung sampai tiga ketika mereka sampai di tempat yang mereka tuju, perlahan ia membuka kain yang menutupi mata Aruna. Aruna membuka kedua matanya perlahan, saat kelopak matanya terbuka sempurna beberapa kembang api langsung menghiasi langit dengan indahnya. Aruna melihat ke sekelilingnya, ada sebuah tenda, sebuah panci hotpot dan satu kotak daging premium tersedia disana. Karena Aruna sedang hamil dan perempuan hamil tidak boleh makan makanan yang di panggang, jadi Anggasta menggantinya dengan memesan hotpot lagipula hotpot l
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Haid Pertamaku

Haid Pertamaku

÷ ÷ ÷ Di Hari Yang Sama di Tempat Yang Lain -------- Diaz, adik tiri Darmawan yang sebenarnya tidak ada hubungan darah sedikit pun dengan Darmawan, turun dari motor sport miliknya. Setelah selesai memarkirkan kendaraannya di sebuah kedai kopi. Hari ini, ada yang mengajaknya untuk bertemu dengan alasan ada sesuatu hal yang sangat penting yang ingin disampaikan kepada Diaz. Seorang wanita melambaikan tangannya ke arah Diaz, seperti memberitahu akan keberadaannya di kafe ini. Wanita inilah yang meminta Diaz untuk datang menemuinya.
1037.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Playboy Kampus

Playboy Kampus

Senja yang dari tadi sudah temaram, perlahan berubah menjadi kelam. Wajah yang murung dengan hati yang juga murung, senja ini telah melilit Beryl. Namun, Beryl membalut semua ini dengan kegiatan di kampus. Dengan sikap yang pura-pura tegar, Beryl telah mempersiapkan kegiatan karnaval yang startnya akan dimulai dari kampus Unair menuju sepanjang kota Surabaya, dalam rangka menyemarakkan kegiatan HUT kemerdekaan. Di antara arak-arakan yang dipimpin oleh Beryl, terdengar beberapa suara yang secara bergantian memanggilnya. Suara yang memanggil itu adalah suara Lidya bersama Koko dan beberapa teman lainnya.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN SEHARI

PERNIKAHAN SEHARI

Cerita mengenai malam pertama sahabatnya lebih mampu menarik perhatian daripada deretan kata yang malah membuat sakit kepala. “Enak banget, Dita, enak banget sampai mau meninggoy! Serius deh, gue nggak bohong. Makanya lo cepat kawin biar bisa ngerasain nikmatnya surga dunia,” jawab perempuan manis berambut bob itu lagi dengan asal.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai cerpen hari kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status