Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Bersambung Oke, Kakka yang tidak sabar mengikuti alurnya. Boleh cukup sampai di sini ya, saya sedang menulis novel bukan cerpen, silakan nikmati saja alurnya, insyaaAllah banyak ibrah yang bisa diambil, jangan lupa tinggalkan jejaknya. ? Sudah baca cerita author yang lain : 1. Dilamar Anak Kiai (End) 2. Marry Me Gus!
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 702 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Life or Not

Life or Not

sahut Meredy Mereka kemudian meninggalkan kami berdua yang masih tengah duduk. Tidak terasa sudah 3 jam kami mengobrol menghabiskan waktu di sini meskipun dengan tidak sengaja bertemu pada akhirnya menjadi sebuah reuni yang terbilang menyenangkan. Tidak banyak hal yang ku tanyakan kepada mereka meski aku masih ingin banyak informasi. “Bagaiman kalau kita juga pulang. Banyak yang harus ku bereskan di rumah,” ucap Sera
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Cinta yang datang membawa bahagia Melumpuhkan pertahanan tembok cina hati ini Bagaikan serdadu perang fakir cinta Aku hanyalah manusia biasa Manusia biasa yang mengharap cinta Cinta yang sederhana Cinta yang adanya bumbu ketulusan Bukan cinta akibat gas karbit kemewahan Mungkin aku manusia naif yang tak sadar realitas Seorang fakir cinta yang memimpikan rembulan Tapi hanya itu yang aku miliki Cinta sederhana yang tulus dari lubuk hati Bukan kemewahan harta dan tahta Yang aku bawa sebagai penghantar cintaku Maafkan … Mungkin tak sesuai harapan hatimu selama ini Dalam galau hatinya Eguh hanya bisa terdiam dan meratapi sesal yang tak berujung. *** Suatu malam di Café “Putri Lembayung”, pukul 19
96.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

(Di sini kau boleh duduk tanpa harus menjelaskan kenapa. “Waktu Hening Boleh Diperpanjang” (Di sini kau boleh diam lebih lama dari biasanya.) “Berbagi Cerita Buruk Diperbolehkan” (Tidak semua kisah harus punya akhir bahagia.) Dan tanda paling sederhana tapi paling menyentuh: “Kau Cukup.” Tanda itu ditulis oleh seseorang yang tidak pernah bicara. Ia hanya menggambar satu garis kecil
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Pohon-pohon pinus menjulang tinggi, daunnya bergoyang pelan ditiup angin malam yang membawa aroma tanah basah bercampur kopi dari warung kecil tak jauh dari situ. Kirana dan Raka sibuk merakit perkemahan sederhana. Raka memasang tenda dengan gerakan terampil, memukul pasak ke tanah menggunakan batu. Kirana membentangkan alas tahan air, lalu membantu anak-anak menyiapkan makanan dengan peralatan seadanya. Tawa kecil sesekali pecah saat Elina salah menuang air, atau ketika Bayu berusaha menyalakan api unggun yang justru mengeluarkan asap tebal ke wajahnya.
10139.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Baca Semua Ulasan
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Cemburu itu seperti api di jerami, kecil dulu tapi cepet ngebakar.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo Pagi di SMA Sidomulyo terasa ramai, suara bel masuk bercampur teriakan anak-anak yang lari ke kelas. Bau kapur dari papan tulis dan aroma rumput basah dari lapangan sekolah bikin suasana khas 80-an. Poster film “Gita Cinta dari SMA” yang pudar nempel di dinding koridor, bikin Ardi Santoso inget Sari Wulandari. Dia jalan ke kelas dengan tas kain lusuh, sepatunya penuh debu sawah. Pikirannya masih ke malam di warung kopi, ke senyum Sari, dan cemburu Rendra Wijaya. Dia gak suka aku deket sama Sari, pikirnya sambil nyengir kecil, ngerasa menang meski Bapak selalu bilang dia cuma anak petani.
832 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Dan di tengah sorak sorai bergemuruh, serta suasana haru penuh kegembiraan, kekaguman, dan kebanggaan bagi rakyat Tlatah Kalpataru. Maka berakhirlah kisah 'Sang Penembus Batas' ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan kekhilafan penulis tak ternama ini. Dalam menuangkan dan menuliskan kisah ini. Sehingga penulis merasa perlu memohon maaf sebesar-besarnya, pada para pembaca semua atas hal itu. Semoga bisa menghibur para pembaca semuanya. Kritik dan saran selalu penulis harapkan dari pembaca semua. Demi 'penyajian' yang lebih baik ke depannya dari penulis.
9.963.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

“Karena di situlah aku mendengarkan suaraku paling jernih.” Mereka tertawa kecil. Dan malam itu, Nara menulis sebuah cerpen pendek berjudul: “Perempuan yang Menolak Jadi Redaktur, dan Menjadi Penjaga Sunyi” --- Hari itu langit Jakarta mendung, seolah ikut mengerti bahwa tempat yang akan Nara kunjungi bukan tempat biasa. Gedung itu sederhana—hanya dua lantai dengan cat pudar.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Oh, My Lawyer

Oh, My Lawyer

Yudika tersenyum sendiri sambil membayangkan kalau dirinya berada di puncak pohon pinang menang lomba panjat pinang di acara 17 Agustus hari kemerdekaan bangsa Indonesia. “Akh, sudahlah lebih baik aku fokus dulu sebentar lagi aku akan berhasil. Semangat Yudika.” Yudika berusaha menyemangati dirinya sendiri. Setelah tiba di dalam halaman rumah Dean. Yudika berusaha melihat ke dalam rumah melalui kaca jendela. “Kak Keira… permisi Kak,” teriak Yudika. Tapi tak ada orang yang menanggapi teriakannya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

jelas Heri menenangkan. "Udah yuk, kita tidur. Dah larut malam banget nih," imbuh Heri. Ia segera merebahkan tubuhnya dan menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya. *** Tiga hari telah berlalu setelah kematian Rendi, acara hari kemerdekaan yang sudah di rencanakan sebaik dan semeriah mungkin gagal total. Acara pentas seni, pembagian hadiah, dan undangan artis yang lagi naik daun yaitu Niken Aprilia semua di batalkan. Pihak panitia rela kehilangan uang DP, dan mereka sudah kompak menjual semua hadiah nya lagi dengan harga miring agar cepat laku tanpa persetujuan warga kawasan perumahan kebon agung.
9.437.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cerpen kemerdekaan singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status