Raina
“Lo sahabat paling bodoh yang gue miliki. Tapi gue sayang sama lo, Rain. Gue juga pengin lihat lo bahagia. Dan rasa kecewa gue gak ada artinya karena semuanya udah terjadi dan waktu gak bakal bisa berputar mundur. Gue cuma bisa dukung lo. Apapun yang akan terjadi ke depannya, serapuh apapun lo nanti, lo harus tahu kalau pintu rumah gue akan selalu terbuka buat lo.”
“Ghin... Maaf.”
“Bego lu kenapa terus dipelihara sih, Rain. Ah gue kesel kan jadinya. Gue ikut nangis ini.”
“Ghin, peluk gue dengan erat.”
“Yes, I will. You're in trouble.”
Masalah kali ini mungkin akan lebih pelik.
©©©
Chapitres populaires