Madu Dari Suamiku
Aku men-sugesti diri.
"Tenang aja, sayang. Aku akan pergi kok, tapi sebelum itu biar ku luruskan dulu, supaya suamimu ini tau bedanya aku denganmu," ucapku, melangkah maju ke arah Lika. "Dia adalah kakakku di panti asuhan dulu, dan hari ini aku baru bertemu dia. Dia yang merawatku yang hampir mati karena racun madu busuk sepertimu. Sementara suamiku lebih memilih bersama pelacu*nya dari pada istri sahnya,"
Aku menatap Mas Bagas dan madunya bergantian, kemudian melangkah mundur. Hati rasanya lega seiring langkah kaki. Apa yang selama ini ku simpan dalam dada kini tercurah sudah
Bab Populer