Luka di Ujung Senja
Anggi bertemu perempuan-perempuan dengan cerita yang tidak bisa dibaca sambil lalu: kekerasan rumah tangga, kehilangan anak, migrasi paksa, pengkhianatan yang membentuk cara mereka mencintai diri sendiri.
Pada minggu-minggu awal, Anggi pulang dengan tubuh lelah dan kepala penuh. Ia menangis diam-diam di kamar mandi suatu malam, bukan karena satu cerita, tapi karena akumulasi.
Rendra menemukannya duduk di lantai.
“Kamu mau berhenti?” tanyanya lembut.
Anggi menggeleng. “Aku mau belajar cara tetap tinggal tanpa tenggelam.”