Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembantu Tampan Tak Kasat Mata

Pembantu Tampan Tak Kasat Mata

Aku membeli iblis laki-laki yang tampan dan dingin secara online. Namun, dia terus mengeluarkan suara, menatapku diam-diam, dan suhu tubuhnya juga panas luar biasa. Khawatir dia sakit, aku buru-buru menghubungi layanan purnajual. Setelah mendengar penjelasanku, pihak purnajual terdiam. "Kak, apa mungkin iblis laki-laki itu bukan sakit, dia cuma kelaparan sampai ingin mencium kamu atau melakukan hal buruk lainnya?"
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Kakak Tiriku adalah Pasanganku

Kakak Tiriku adalah Pasanganku

Ibuku menikah dengan seorang pria kaya raya. Aku, anak dari pernikahan sebelumnya, harus ikut masuk ke keluarga konglomerat itu. Hidup di keluarga kaya tentu saja menyenangkan. Kecuali satu hal, kakak tiriku yang tampan dan dingin itu sangat membenciku. Tatapan matanya padaku makin lama terasa makin aneh. Sampai suatu malam, dia pulang dalam keadaan mabuk. Aku berteriak sampai suaraku serak, tetapi tetap saja aku terpaksa memanggilnya sayang semalaman.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Pacar Online-ku Adalah Bosku

Pacar Online-ku Adalah Bosku

Pacar online-ku adalah bosku, tetapi dia tidak tahu soal ini. Dia terus minta ketemuan dan aku terus menolak. Pada akhirnya, aku memutuskan hubungan kami dengan tegas. Mood-nya langsung menjadi buruk. Seluruh staf harus menemaninya lembur. Bagaimana ini? Demi kesehatan fisik dan mentalku, sebaiknya aku balikan dengannya.
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

"Talak aku, Mas. Talak aku, sekarang!" Aku mengucapkannya dengan marah. Walaupun begitu, air mataku tetap saja turun dengan derasnya. Mas Gandhy, suamiku itu malah terlihat bingung seolah tak tahu harus menuruti keinginanku atau tidak. Sementara itu, aku melihat Deva yang ikut menangis. Dasar munafik, batinku. "Mbak, kok malah kamu ikutan nangis? Bukannya harusnya kamu senang karena dah berhasil rebut hati suamiku ya," ucapku. Deva menarik tanganku, "Sumpah, Ra. Aku nggak pernah berniat hancurin pernikahan kamu. Aku sama Gandhy hanya mesra di chat aja. Kami nggak pernah..." "Nggak pernah apa?" potongku.
1075.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Hilang Selamanya Dari Hatiku

Hilang Selamanya Dari Hatiku

Aku sudah menikah dengan Dennis selama sepuluh tahun. Aku bahkan pernah bertemu dengan mantan pacarnya setelah kami menikah. Setiap kali dia bosan dan ingin ganti pasangan, aku selalu jadi alasan terbaik untuk putus dengan setiap pacarnya. “Kamu akan jadi seperti dia kalau menikah denganku. Pada akhirnya, akan bosan karena terlalu akrab dan terbiasa, jadi nggak ada perasaan baru lagi.” Di hari peringatan pernikahan kami, aku malah sibuk menghibur mahasiswi yang baru saja dia putuskan, sementara dia asik menonton bioskop bersama pacar barunya. Saat tisu di tanganku habis, aku seakan melihat bayangan diriku di masa lalu. Jadi, aku pun mengajukan cerai pada Dennis. Dia jarang sekali tampak bingung begitu dan berkata, “Nggak mau tunggu sebentar lagi? Siapa tahu aku bakal sadar dan berubah. Aku hanya tersenyum tipis tanpa menjawab, lalu memesan tiket menuju negeri seberang. Jika aku tak bisa menunggu kepulanganmu, biarlah aku yang melangkah pergi lebih dulu.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Midnight In Manhattan

Midnight In Manhattan

Nara Evans Claudya, Marketing Director di sebuah perusahaan teknologi global di Manhattan, hidup dalam ritme cepat—presentasi besar, networking, wine di rooftop bar, dan rapat lintas zona waktu. Di mata semua orang, dia sukses. Tapi setiap malam, ia mematikan lampu dengan rasa sepi yang sama. Segalanya runtuh ketika Bara Damien Dane, mantan kekasih yang dulu pergi tanpa pamit ke London, tiba-tiba muncul sebagai konsultan strategi untuk proyek internasional. Kini, mereka harus bekerja sama dalam proyek miliaran dolar—berpura-pura tak punya masa lalu. Tiap kata yang mereka kirimkan di chat langsung dihapus. Tiap sentuhan terasa dosa. Tapi hati mereka terus mengkhianati logika. Di tengah kota yang tak pernah tidur, mereka saling menemukan lagi—tapi hanya sebagai rahasia. Karena cinta terlarang hanya bisa mampir sebentar, sebelum akhirnya harus pulang ...
10526 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Sahabat Jadi Cinta, Why Not?

Sahabat Jadi Cinta, Why Not?

Hanya sepenggal kisah sepasang sahabat berbeda jenis yang berakhir cinta. “Gue ngerasa sinting dengan apa yang gue rasain saat ini. Gue bingung. Gue enggak tahu sejak kapan, tapi yang jelas gue sayang banget sama dia. Setiap melihatnya gue merasa ... lengkap? Enggak ngertilah gue. Pokoknya sesuatu seperti itu. Kayak ketika lo lagi nyusun puzzle, terus kepingan terakhir lo hilang. Saat lo sudah menyerah, tiba-tiba lo bisa nemuin kepingan terakhir itu. Lo ngerasa bahagia karena akhirnya puzzle lo bisa lengkap.”
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DUSTA

PERNIKAHAN DUSTA

Malam itu harusnya jadi malam terindah Alma bisa bersanding dengan Geo, lelaki pujaannya. Tapi justru dia menemukan chat dari mantan pacar suaminya yang membuat shock.
817.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 507 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai chat sama crush
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1516171819
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status