Hati yang Tak Direstui
Hingga sepersekian detik kemudian suara MC memecah lamunannya, “Berikutnya, mari kita saksikan penampilan dari Nura Alfiandri dengan biola tersayangnya.”
Nura berdiri, lututnya hampir goyah. Ia melangkah ke panggung, menunduk untuk memberi hormat pada dosen dan penonton, lalu berdiri di tengah-tengah cahaya lampu sorot, seketika suasana menjadi hening.
Tarikan napas panjang ia ambil, lalu busur biola mulai menyentuh senar. Nada pertama mengalun—lirih, lembut, namun penuh perasaan.
Hot Chapters