Cinta Yang Salah
Windabau bangkai di kamarcerita malam pertama di kamarbangun tidur tiba tiba ada bekas cakaranpengantar tidurku
tanyaku, mengangkat alis menggodanya.
"Iya, Mas. Kamu lah kebahagiaanku, dan segalanya bagiku," ujar intan. Dadanya naik turun, seiring dengan napasnya yang tersengal. "Aku makin cinta Mas, sama kamu, rasanya aku gak mau pulang, aku ingin terus bersamamu, aku gak mau berpisah denganmu! untuk mengakhiri kebersamaan ini, yang mengharuskan kita berjarak." Intan membelai bidang dadaku dengan jemari lembutnya.
"Bukan hanya kamu sayang. Mas juga gak mau lepas dari kamu, kamulah gairah hidup, Mas," ucapku, lalu kucium puncak kepalanya, dan menghirup aroma rambutnya yang wangi.