CINTAKU EKSKLUSIF
Lalu ia berkata dengan keras dan memegang tangan gue, “Jangan egois! Kita nakama, bukan!?”
Gue memegang pipi gue yang terasa perih, mata gue berkaca-kaca karena terharu. Kata-kata itu keren sekali, sangat wibu sekali. Gue bisa merasakan kobaran semangat yang berapi-api. Sebagai laki-laki waktunya gue berjuang demi diri gue bersama para nakama gue. Maafkan aku bapak dan ibu, sayap di punggung anakmu ini sudah semakin besar. Gue akan mulai belajar terbang, meninggalkan sarang.
“Baiklah, gue akan ikut aksi mogok makan!”
Hot Chapters