Ah! Mantap, Sayang
“Dia itu sedang hamil, indra penciuman dan perasanya seribu kali lebih sensitif. Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu seolah sedang menginterogasi narapidana!”
“Sekarang, dia marah dan mengusirku agar tidak mengganggunya,” adu Hexa. Nada suaranya kini berubah layaknya anak kecil yang tengah mencari pembenaran di depan orang tuanya setelah berbuat onar. “Dia marah karena aku sempat menyebutnya manja. Dan saat dia muntah tadi, aku bertanya serius apa dia sedang mengerjaiku lagi. Dia biasanya memang suka begitu, jadi kupikir kali ini pun sama.”
Hexa terus meracau, mencoba mencari pembelaan atas logikanya yang kaku, padahal jauh di lubuk hati, ia tahu dirinya sudah bertindak ceroboh.
Bab Populer