Suatu Senja di Tanah Senja
“Kau benar, Ana. Aku memang terpengaruh oleh pergaulan. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tetap pada idealismeku. Seperti katamu, aku tidak ingin dianggap berbeda oleh mereka, karena itu aku menerima begitu saja idelaisme itu. Ya, memang begitu. Aku akui, Ana, aku terlalu kesepian. Aku sudah tak sanggup menahan beban lebih lama lagi. Sebab itulah, disaat aku mendapat teman, aku tidak mau kehilangan mereka hanya karena idelisme kami berbeda.”
“Saya dapat memahami,” sahut Ana. “Tidak mudah hidup menanggung sepi. Terlalu menyiksa dan kadang-kadang membuat kita ingin mati. Hanya saja, apa pun alasannya, seberat apa pun penderitaannya, menggadaikan idealisme bukanlah satu tindakan penyelesaian
Hot Chapters