Aku Tidak Menargetkanmu, Tuan!
Hanya kalimat formal yang nyaris seperti pesan dari seorang rekan kerja.
Setelah menekan tombol kirim, Kenan menatap pesan itu lama sekali. Rasanya seperti pisau menusuk ulu hati. Bukan karena kata-katanya dingin, tetapi karena dia tahu, di balik kalimat singkat itu, tersembunyi ribuan kata yang tak pernah ia ucapkan.
Dia ingin menulis, “Aku mencintaimu.” Dia ingin menulis, “Aku ingin kamu ada di sini bersamaku.” Dia ingin menulis, “Tanpamu, aku hancur.”
Bab Populer