Samaran Terakhir
Dan dengan itu, mereka menulis kembali satu kalimat pertama:
“Pada akhir segala hal, kata pertama kembali ditemukan.”
Adrian terbangun di dalam sebuah ruangan kosong tidak ada dinding, tidak ada langit, hanya halaman-halaman kertas putih yang melayang perlahan di udara. Di setiap lembaran itu tertulis satu hal aneh: bukan narasi, bukan deskripsi, tapi perasaan.
“Ketakutan sebelum ditolak.”
“Kebingungan antara siapa yang membaca dan siapa yang ditulis.”