Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
365 Hari Jadi Istrimu

365 Hari Jadi Istrimu

“YA AMPUN! Itu bukan stand-up beneran! Aku cuma kesel abis dapet nilai 38 di Matematika terus ditolak cowok sekaligus!” Reyhan tertawa makin keras. “Justru itu yang bikin kocak! Kamu naik panggung, buka dengan kalimat: ‘Gue baru sadar... rumus segitiga sama kaki itu mirip cinta gue, ujung-ujungnya berat sebelah!’” Alya menutup wajah dengan kedua tangan. “HAN. STOP. Aku bisa pingsan kalau kamu terusin!”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

“Kakek tua engkau benar sekali, ini hanya rezeki di siang ini. Aku curiga denganmu serba tau dengan berbagai hal, Apakah kamu seorang dukun.” Lawen terus saja bercanda seraya membawa dua piring bubur pemberian penjaga penjara. Mereka berdua memakan bubur dengan sangat lahap sambil tertawa, sampai suara tawa mereka menggema keluar ruangan. Seorang tahanan di seberang mereka langsung berteriak “kalau sudah gila sebaiknya diam, tidak usah tertawa.” “Kami memang gila, makanya mengajak kamu di sana tertawa pula.” Umar membalas teriakan tahanan seberang, dengan masih tersumpal penuh bubur di mulutnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Salah satu kultivator berwajah kuda terkekeh, "Hehe, kami seperti kawanan singa, hanya menunggu seekor domba menari waltz langsung ke sarang kami. Domba ini sangat naif, hampir menyedihkan." Dia dengan teatrik menyeka air mata dari matanya dan membaca dengan mengejek, "Oh domba, oh domba, mengapa begitu redup? Mengabaikan semua pelarian, kamu langsung mendatangiku. Oh domba, oh domba, kamu bodoh, domba bodoh!" "Bravo..." Kerumunan meledak dalam tepuk tangan, tertawa sampai air mata mengalir di wajah mereka.
9.2118.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
NYUPANG BEDUL (PESUGIHAN BABI NGEPET)

NYUPANG BEDUL (PESUGIHAN BABI NGEPET)

) tanya pak Kirun membuka obrolan ngaconya. "Wis pak! Lamar bae! Deweke kuh, seneng ning wong tua sing laka untune," (Sudah pak! Lamar saja! Beliau kan, suka dengan orang tua yang tak bergigi,) candaku. "Wah, bagen laka untue gah, goyangane masih yahut, coy ...!" (Lah, walau tak ada gigi, goyangannya masih yahut, coy ...!) selanya dan kita pun tertawa.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Kapan April membuat lelucon? "Kamu jangan jadi kayak hari ini, lah!" kelakarnya setelah habis tertawa. Kedua alis April berkerut, makin dalam. "Hah?" Beberapa mahasiswa yang kebetulan di sana mungkin akan menganggap Randi agak tidak waras. Alasan tertawanya benar-benar tak jelas. "Dingin." Randi menjela sebentar. "Mendung. Asal jangan gerimis juga."
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Babu Jadi Menantu

Babu Jadi Menantu

Sedangkan bu Miranti hanya bisa pasrah, tanpa bisa menahan Parmi untuk menghentikan ucapannya. "Badannya yang gede, kayak atlit jasamarga. Eh...apa ya, binamarga apa jasamarga sih?" Hahahahahaha....semua yang ada di ruang makan terbahak dengan cukup keras. Bahkan, bibik yang sedang menyantap sarapannya di dapur, ikut terkekeh. Mendengar ucapan Parmi. Sedangkan Parmi yang tidak paham dengan apa yang ditertawakan hanya cuek saja. Kakinya melangkah menuju dapur. Meninggalkan keluarga cemara dokter Alan, yang masih saja tidak bisa berhenti tertawa.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Tentang Harga Diri

Tentang Harga Diri

Kevin mengusap-usap telinganya dengan jari. Bersikap seolah telinganya tengah mengalami gangguan pendengaran. "Tunggu apa kalian tak salah dengar?" tanya Kevin pada ketiga temannya yang saat ini tengah tertawa lepas. "Hei pecundang! Kau ini sungguh lucu. Kenapa tak mencoba untuk jadi pelawak saja, siapa tahu kau bisa punya cukup uang," ledek Michael diikuti tawa mereka semua.
9957.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.3K kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Tampilkan Ulasan (239)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
A.Nasya. S
Habis nyelamatkanbsi Mila trus tenggelam deh mila nya....beralih ke cerita yg jauh ntah sampai kapan.... alur cerita nya seperti ini.... sepatah katapun dr si Mila gk di bahas di sini stelah tau gerald super kaya... payah kamu thoorrr....!! asli payah, loncat2 ceritanya !! makin gk jelas....mumet !!
Baca Semua Ulasan
Mengasuh Anak Kembar Dosen Duda

Mengasuh Anak Kembar Dosen Duda

Musik jazz mengalun pelan dari speaker di pojok ruangan, namun tidak bisa menutupi suara tawa yang meledak dari seseorang yang duduk santai di tengah pesta kecil itu. 8a tertawa terbahak bahak karena rencananya berhasil dan lawan pasti akan rugi besar. Itu baru awal, nanti bakalan ada kejutan kejutan lain lagi. “Ini baru awal anak sombong!! Rasakan itu. Dan Keyla nggak boleh bahagia sama seperti ibunya, dia harus menderita!!” teriaknya bak orang bodoh yang kesetanan dengan memegang air haram yang membuat akal pikiran tak sejalan.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
AMEENA: Tentang Kehormatan yang Harus Dikembalikan

AMEENA: Tentang Kehormatan yang Harus Dikembalikan

"Aku minta maaf untuk kekhilafanku terdahulu." Mulut sedikit terbuka, tidak dapat disanggah bahwa Ameena memang sedang tercengang. Meski otak Ameena termasuk terlambat dalam memproses kalimat Mirza, Ameena masih sempat melengeh dengan salah satu sudut bibir ditarik untuk menampilkan tawa sumbang. "Maaf katamu?" Menurut Ameena, Mirza habis melawak secara singkat dan lawakan dari laki-laki berakal dangkal tersebut tidaklah mengandung kelucuan sama sekali.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Serigala

Legenda Raja Serigala

"Menantu nggak berguna, pria liar, pria udik, pria sombong, tukang aniaya ... " "Hahaha!" Sembari berkata, Shinta tak kuasa menyembunyikan tawanya. Dia tertawa dengan puas dan penuh ejekan yang tak ada habisnya. Ya! Rina hanya bisa menyebut Raja Serigala dengan panggilan seperti itu ... Ini merupakan lelucon yang sangat tidak masuk akal dan konyol. Kata-kata Shinta seketika membuat Rina tersadar. Rina menyesal, tetapi semua sudah terlambat.
9.5368.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai contoh teks lawakan tunggal
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Rich 77
hai pembaca, yuk kepoin cerita tentang seorang dewa perang yang menjadi menantu tidak berguna di keluarga istrinya. Simak kisahnya setelah dia mendapati istrinya berselingkuh di ulang tahun ke tiga pernikahan mereka
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status