Kesempatan kristal kedua
Bianca menghela napas panjang melepaskan lipatan tangannya lalu melihat wajah Ferron yang mencoba menyakinkan dirinya, “Jika kau anak yang diberkati lalu aku apa? Apa urusannya aku? Aku hanya manusia biasa jadi tidak akan terjadi sebuah takdir itu kan?”
“Saat berpikir tadi aku mengira ini adalah hal biasa tapi aku melihat ada yang berbeda darimu, kau adalah gadis kristal! Nona, aku serius.” Ferron menatap tajam, nada bicaranya menjadi tegas membuat Bianca kebingungan.
Suasana memanas dengan sikap Ferron sebagai manusia taat sedangkan Bianca adalah manusia yang tak mempercayai sebuah takdir.
“Lelucon macam apa itu? Gadis kristal? Aku tidak peduli dengan itu lebih baik aku kembali pulang, dima
인기 회차