Aku ingat banget waktu pertama kali nemu 'My Three Thousand Years to the Sky' di rak novel ringan favoritku. Judulnya langsung nyangkut di kepala karena kedengarannya epik banget. Setelah ngecek, ternyata novel ini pertama kali terbit di Jepang pada 10 Februari 2021 lewat label Dengeki Bunko. Aku sendiri baru baca versi bahasa Inggrisnya sekitar pertengahan 2022, dan langsung ketagihan sama konsepnya yang campur aduk antara xianxia, isekai, dan petualangan fantasi.
Yang bikin unik, ini bukan cuma sekadar cerita tentang karakter utama yang kuat, tapi juga eksplorasi filosofi hidup dan makna waktu selama ribuan tahun. Aku suka cara penulisnya, Shiraishi, bikin narasi yang dalam tapi tetep ada momen-momen lucu dan relatable. Pas pertama terbit, cover ilustrasinya yang digarap oleh Kureta langsung menarik perhatian—warnanya cerah tapi ada aura mistisnya. Buat yang penasaran sama timeline terbitannya, versi bahasa Indonesianya baru muncul tahun 2023, kalau nggak salah bulan Mei.