Lusia
“Kanan, lalu tikungan di lorong terakhir belok ke kiri.... “ Lusia bergumam di tengah kegelapan. Ia berusaha mengingat denah ke dapur.
“Ah tidak! Tidak! Bukan lorong yang ini... “ tubuh Lusia terhenti saat menyadari ia salah lorong, ia kebingungan dengan arah karena seluruh ruangan gelap dan hanya beberapa sisi yang remang – remang.
Lusia mengitarkan pandanganya, mencoba mencari sesuatu untuk di ingat. Kemudian, mata Lusia menemukan guci super besar yang keberadaanya sangat mencolok, harusnya ia lewati guci antik itu untuk menuju dapur.
Dengan sumringah, Lusia berlari ke arah guci itu dan segera berbelok ke kiri.
***
Hot Chapters