Pesona Babang Ojol
Aku mendengar suara Pak Arfan begitu dekat.
“Cantik memang,” sahut Nia.
“Namun aku gak kuat gendong dia, gimana nih, kita seret aja?”
Apa? Dia mau menyeretku,dasar gila!
“Nia, dosa gak sih, nyium anak orang? Aku gemes lihat bibirnya.”
Astaga? Mereka mau berciuman? Ini tidak bisa dibiarkan.
Nia tertawa hingga mobilnya berguncang. “Nikahin dulu, Mas. Syifa itu masih polos.”
Hot Chapters