Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Project Darah Malaikat

Project Darah Malaikat

Bentuk-bentuk segitiga yang memiliki tiga titik puncak itu terlihat jelas tak sempurna. Aku mencoba mengamati dengan detail belati itu. Eh! Sepertinya belati ini telah dipotong secara vertikal tepat di bagian tengah. “Ya, Anneth. Kamu tak salah, belati ini memang hanya separo,” celetuk Barkiya yang dari tadi mengamati gerak-gerikku. Ia seperti berhasil membaca pertanyaan dalam pikiranku. “Jadi, di mana bagian lainnya?” tanyaku heran.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Jawabnya cepat. “Bagian mana?” tanya Lintang. Liana langsung berpikir keras. Matanya melihat gambar di menu dengan serius. “Dada.” “Dada atas atau bawah?” tanya Lintang lagi. Liana dengan santai. “Yang gede.” Lintang spontan tertawa kecil. Sedangkan waitress di samping sampai menunduk menahan senyum. “Oke. Yang gede.” Setelah itu Lintang menoleh ke Leyan. “Kamu?”
877 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Mbak Vita semringah seraya meletakkan makanan di depan ibu. "Apa ini, Vit?" Dahi ibu mengernyit melihat makanan dengan kuah berwarna merah dan ceker besar di atasnya. "Ini namanya seblak, Bu. Aku biasanya makan ini kalau lagi nggak enak badan karena dijamin tubuhku langsung berkeringat sebagai pertanda kalau kita sehat. Ayo, dicoba, Bu. Ini enak, lho." Mbak Vita menyendokkan makanan dan hendak menyuapkan ke mulut ibu.
18.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Diantara Dua Tasbih

Diantara Dua Tasbih

Lily sedang membaca sebuah buku naskah sastra Jawa kuno yang terlihat sangat rapuh. Rofiq tidak menghampiri dengan gaya bos yang ingin menginterogasi. Ia berjalan pelan, lalu duduk di bangku kayu yang berjarak sekitar dua meter dari Lily. Ia tidak menyapa duluan. Ia justru mengeluarkan sebuah buku saku berjudul Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali—sebuah kitab rujukan utama di pesantrennya.
194 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Kali ini jalanan cukup lenggang, jadi bisa cepat sampai di rumah sakit. Diperjalanan aku teringat akan ibu. Beliau pasti belum makan. Aku mencari dan berhenti di depan warung makan. Dua porsi nasi goreng menjadi pilihanku. Tak butuh waktu lama, nasi goreng tersebut jadi. Selesai membayar, aku kembali memacu motor menuju rumah sakit. Hari sudah malam saat aku sampai.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Pemuda bernama Ahmad itu memilah buku dan mengelompokkan sesuai dengan bagian-bagian judul buku yang saling berkaitan. “Assalamu’alaikum, Gus!” Suara Ayu memecahkan konsntrasi Ahmad. Seketika lelaki berusia dua puluh tiga tahun itu beralih ke sumber suara. “Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Hati yang Terbagi

Hati yang Terbagi

"Gimana rasanya?" perempuan yang menendangku berucap angkuh. Aku tak bisa menjawab, ngilu ini masih menyiksa begitu juga malu sekali rasanya. "Lea! Elu ini apa-apaan. Kalau dia mati gimana? Kantung ajaibnya ditendang begitu." bentak Pak Baihaqi yang mulai mendekat. "Mati ya dikubur lah, Bang. Masa dipajang." Ketusnya cuek.
10196.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Silakan Ambil Suamiku

Silakan Ambil Suamiku

tanya Bang Azhar dengan intonasi sangat lembut. "Terserah Abang saja. Adek ngikut." "Aku nggak ditanya mau makan apa, Bang?" protes Dahlia. "Kamu mah apa saja doyan!" Lelaki berhidung bangir itu mengusap lembut kepala adiknya yang tertutup hijab. "Aku sama Rini itu sebelas dua belas, Bang. Jadi kalo Abang liat kelakuan aku, rakusnya aku, ya Abang sama saja kaya liat calon istri Abang!"
8.589.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Namun, yang dilihat Gracya membuat jantungnya langsung berdegup kencang. Seorang pria yang seharusnya abang ojek online berdiri di sana, tetapi sesuatu jelas sangat salah. Tubuhnya… tidak utuh. Separuh tubuhnya berada di atas jok motor, seolah tersambung dengan setengah motornya, sementara separuh lagi—bagian bawah tubuhnya—terlihat menempel di belakang motor. Helm yang ia kenakan penuh dengan darah, dengan retakan besar di sisi kiri, dan Gracya bisa melihat sedikit darah yang menetes dari bawah visor. Jaket ojek online yang dikenakannya penuh bercak darah, robek di sana-sini, dan—yang paling menakutkan—sebagian dari isi perutnya terlihat keluar, seolah terurai dari tubuhnya yang terbelah.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

sahut Bara. "Naga Api milik Kahiyang Dewi sangat kuat. Aku pernah mengalahkannya dan memakan jantungnya." kata Gandi sambil menyeringai lebar. Kedua mata Bara melotot mendengar apa yang dikatakan oleh pemuda dari Kuil Naga Air tersebut. "Kau memakan jantungnya? Bagaimana bisa?" tanya Bara.
8.962.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status