Aku Menyerah, Mas!
Bahri menangkupkan tangan di depan dada, terlihat tidak enak kepada diriku.
“Ya sudah kalau begitu. Nanti biar saya saja yang anterin.”
Mengambil sajadah dari dalam lemari, mengayunkan langkah cepat menuju musala di lantai tiga.
Hati terasa tenang serta damai ketika sedang berada di rumah Allah. Bersujud menyembah Sang Pencipta, memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah kuperbuat. Tidak lupa juga memohon kepada Allah supaya kembali diberi kesempatan untuk membina biduk rumah tangga, memberikan jodoh terbaik agar ada teman berbagi kala lelah tengah melanda, juga bahagia sedang menyapa.