Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Cengkeraman Teman Malamku

Dalam Cengkeraman Teman Malamku

geram Dante sambil mempercepat pompaannya hingga menjadi blur gerakan yang liar. “Milikmu ... akhhh! Aku milikmu, Dante Obsidian! Hanya milikmu!” Di puncak kegilaan itu, Dante mencengkeram leher Vera dengan satu tangan, memberikan tekanan yang memicu adrenalin terakhirnya. Bersamaan dengan itu, ia menghujamkan miliknya tiga kali dengan sangat keras hingga Vera merasakan sensasi panas yang meledak di dalam kepalanya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

sapa Pedro sambil mendekati Dante. Dante langsung mundur beberapa langkah dan tampak ketakutan melihat Pedro. "Jangan mendekat!" bentak Dante menghentikan Pedro. "Ada apa, Tuan? Saya hanya ingin mengambil kunci untuk memindahkan mobil anda," jawab Pedro bingung. "Ini ambilah!" seru Dante sambil melemparkan kunci mobil, lalu berlari masuk ke dalam rumah. "Ada apa dengannya?" tanya Pedro kepadaku, aku hanya menaikkan bahuku sambil menggelengkan kepala.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
Dilema

Dilema

~Dicky~ ***
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
5D

5D

Dayyan (Latte), Dira (Caramel Coffee), Dion (Espresso), David (Hazelnut Coffee), dan Dimas (Cappucino). *** "Dim, beberapa menit lagi gua jalan," ucap Dayyan. "Oke, Day," balas Dimas. "Day, lu naik apa? Jalan?" tanya David. "Ya rencana sih." "Day, lu gak usah jalan. Gua jemput kalian semua, oke? usul Dion. "Gimana, Day? Biar sekalian aja." tanya David "Oke," jawab Dayyan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

kata raccel sambil tersenym "kamu benar, ini sangat indah" jawab dinar seperti terbius dan melupakan apa yang tadi menjadi fikirannya. Mereka turun dengan mengendarai mobil yang dikendarai oleh seorang pria bertubuh sangat kekar dan sangar, dinar takjub melihat semua pemandangan disana, yang semua rumah terlihat sama dan dengan cat berwarna warni, jalan turun dari bukit itu dikelilingi dengan lampu yang sangat banyak dan indah, dinar berfikir betapa indahnya lampu ini jika malam. Dinar terbius dengan semua yang dilihatnya saat itu..
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PANGLIMA

DENDAM SANG PANGLIMA

"Ternyata kau tau kalau aku adalah seorang pembantai?" "Hahaha! Ini akan semakin menarik jika kau memang seorang mantan tentara! Aku akan melanjutkan pembantaian kepadamu!" seru Ricky seraya tertawa puas. Ducky menyeringai seraya berkata, "Jangan bermimpi kau dapat mengalahkan tentara Andalas. Aku adalah mantan Tentara Narada. namun aku lebih memilih Negeri Andalas karena saat itu kau terlalu busuk!"
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 845 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
DEMONice

DEMONice

Dia tiba-tiba terbakar jadi, saya segera berjalan ke arahnya dan memegang tangannya yang terbakar tetapi dia mendorong saya sehingga saya duduk di lantai. "Apa yang telah kau lakukan!! Apa yang kamu lakukan padanya ya?!” teriak Tito Rommel dengan marah. "Aku tidak melakukan apapun padanya Tito--" Tanganku gemetar ketakutan karena teriakannya. "Pembohong!!" “Rommel, bawa saja Carmi ke kamarmu. Saya akan mengurus ini.” "Aku bilang ketika kamu pergi ke kamarmu, bukan ?!"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Mama juga minta maaf untuk semuanya. Mama—” “MAS!” Leoni membuka pintu, dan terengah menghampiri Arya sembari membawa sebuah kantong plastik, dengan logo mini market yang banyak menjamur di mana-mana. “Ambulans, di luar …” Leoni masih mengatur napasnya sebentar. “Ambulans?” tanya Arya tidak mengerti. “Kenapa ambul—”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Dendam Part2 "Sudah, cukup! Jangan menambah sakit hati Mamah, tidak seharusnya kamu bersikap seperti ini di depan jenazah Alena." Mamah berkata dengan tangan yang menunjuk-nunjuk ke arahku, serta mata melotot, yang seakan mau keluar dari tempatnya. Aku menatap nanar wajah Mamahku, wanita yang melahirkan aku itu begitu marah kepadaku, pancaran matanya menyorotkan kebencian dan kekecewaan.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

Dengan napas tertahan, ia mengulurkan tangan dan membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Di balik pintu itu, Dante muncul dari kamar mandi. Tubuhnya tinggi dan berotot, kulitnya yang masih sedikit basah memancarkan kilau sehat. Rambut hitam tebalnya yang basah digelung rapi ke belakang, menambah kesan maskulin yang memukau. Sebuah tindik kecil di telinga kiri melengkapi pesona pria itu, memperkuat aura berani dan misterius yang selalu menarik perhatian.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai dante dmc 3
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status