Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DECEMBER DAWN : THE PROPHET

DECEMBER DAWN : THE PROPHET

Dan hal yang tak aku bayangkan muncul di depanku-buku itu menyala, menampakkan simbol aneh yang sempat aku lihat sekilas saat terlempar ke sini. Cahaya itu merambat ke tanganku, menimbulkan rasa sakit seperti ditusuk ribuan jarum di telapak tanganku. Buku itu terbuka dengan liar dan berhenti di halaman kosong. Di halaman kosong itu muncul tulisan dengan tinta merah seperti darah. Pelayanmu yang setia dan hebat, Prometeus, siap membantumu!. Aku sempat terpaku sejenak, sebelum muncul suara-suara aneh yang memenuhi kepalaku, membuatku terhuyung-huyung.
389 viewsOngoingIdinagdag sa Library 14 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
Under His Darkness

Under His Darkness

Hanya sesekali cahaya redup menembus dari ventilasi. Sekujur memar dan luka dibiarkan menganga tanpa diizinkan diobati atau sekadar dibersihkan. Darah sudah mengering di mana-mana, sebagian merah tua, sebagian sudah menghitam. Nathan sampai lupa bagian mana saja yang sakit. Bahkan, dia juga lupa sudah berapa lama dia ada di sini. Jam di kepala Nathan tidak lagi memiliki arti. Waktu menjadi sesuatu yang abstrak. Setiap detik terasa seperti menit, setiap menit seperti jam. Siang dan malam melebur menjadi satu gelombang panjang ketakutan.
105.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 184 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

POV RAY Angin malam bertiup cukup kencang, hawa dingin mulai menyusup ke pori-pori kulitku. Alex terlihat tenang, sedikit pun tak terpengaruh dengan keadaan sekitar. Dia begitu memperhatikan setiap detail dari ceritaku tentang sekte Dark Lantern. Tak lupa aku juga menceritakan bagaimana kejadian saat aku di hadang oleh orang-orang Dark Latern atau yang mereka akui sebagai agen SDI hingga terpaksa mereka aku membekukan dan menghancurkannya berkeping-keping. Aku melihat ada senyum puas dari wajah Alex.
1016.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 336 Beses bilang dark hours: prologue
Ipakita ang mga Review (42)
Read
+Library
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Basahin ang Lahat ng Review
Dark White

Dark White

Dark White chapter 03 Sunyi memenuhi ruangan berukuran tiga kali empat yang cukup rapi untuk ukuran kamar laki-laki. Yang terdengar hanya suara papan tombol laptop yang diketik dengan tempo cepat. Hari sudah hampir larut, namun seorang pria masih sibuk dengan tumpukan berkas di dekatnya. Matanya yang sudah minus, memerah karena terlalu lama menatap layar laptop.
105.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 184 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
Queen of The Dark Hill

Queen of The Dark Hill

Part 89 Human progress is neither automatic nor inevitable… Every step toward the goal of justice requires sacrifice, suffering, and struggle; the tireless exertions and passionate concern of dedicated individuals. – Martin Luther King, Jr. ***** Keesokan harinya, Alexandra, Evander dan Ares melangkah mengikuti Obis dan Arial menuju The Dark Hill. Mereka sampai di batu besar bertuah yang menjadi pembuka dimensi waktu. Batu besar yang berpendar kehijauan seolah ada kristal-kristal yang menyelimuti permukaannya kala terkena sinar matahari itu berkilauan.
9.869.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

Fira dan April lantas berakhir bertahan membisu sembari terus melihat pertunjukan puisi di depan mereka. "Hari demi hari, sama saja, saling memburu ... mengejar." Lelaki asing itu memaku tatap pada Fira sebentar. Kemudian beralih pada April, tersenyum. "O, ada silang hitam sebuah kapal. Bersendiri ...." [1] Helaan napas menguar, ia menghela terlalu keras, hingga terdengar seperti kelelahan. Senyumnya memudar. "Sesekali ... aku terbangun dini hari dan ... jiwaku basah." [1]
3.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 136 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
THE SHADOWED LEGACY

THE SHADOWED LEGACY

Aria tahu bahwa malam ini dia akan menemukan jawaban, atau mungkin sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Dengan senter di tangannya, Aria mulai menyusuri lorong itu, menuju ruangan tempat cermin-cermin Willem berada. Setiap langkah yang diambilnya terasa semakin berat, seolah-olah udara di sekitar rumah itu semakin padat dengan energi gelap yang mengelilinginya. Dia tahu bahwa tidak ada jalan kembali, hanya ada satu pilihan—menghadapi apa pun yang menantinya di sana. ---
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
Dark Secrets: Heirloom of forbidden books

Dark Secrets: Heirloom of forbidden books

Sebelum aku dan Tuan Early memasuki pintu di ruangan yang sangat gelap itu Tuan Early langsung mengambil sebuah lampu obor guna menerangi tempat itu agar aku dan Tuan Early tidak tersandung saat berjalan di ruangan tersebut. Setelah aku berjalan dan menuruni tangga di ruangan gelap itu selama 10 menit aku pun langsung melihat ada pintu yang terlihat sangat terang di sebelah kiri di jalan yang aku lewati saat ini. Pada saat aku melihat pintu itu Tuan Early pun langsung memerintahkan aku untuk masuk kedalam ruangan, lalu ketika mendapatkan perintah itu aku pun langsung memasuki ruangan tersebut. “Ahh... Akhirnya sampai juga ke tempat ini, aku capek sekali ketika melewati terowongan itu”
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
Shadow of Revenge

Shadow of Revenge

Nyonya menolak membantunya menyelesaikan persoalan dana gelap itu. “Itu bagus, memang itu yang kuharapkan. Hubungan persaudaraan mereka hancur.” Callister memutus sambungan telepon lalu naik ke lantai dua. Mengintip Josephine dari ambang pintu. Helaan napas terdengar berat, wanita itu sudah terbaring lelap di atas pembaringan. “Tampaknya dia sangat kelelahan,” gumamnya. Tersenyum tipis ketika mendengar dengkuran halus. Tak ingin mengganggu, dia pun memilih pergi ke kamarnya. ***
109.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 314 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
The Dark Affair

The Dark Affair

Brakkk Dobrakan kali ini berhasil, dengan kekuatan yang tak main-main. Stanley bahkan harus mengabaikan rasa sakitnya akibat dobrakan itu. Dia segera masuk ke dalam rumah, tapi sialnya lampu padam. Stanley tak memiliki waktu lagi, dia segera memberikan pesan singkat pada asistennya memberi tahu keadaan di mana lampu di rumah Shakira padam. Dia meminta asisten pribadinya itu harus mampu menyalakan lampu kurang dalam waktu lima menit.
912.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 328 Beses bilang dark hours: prologue
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status