Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Your Dark Horse

Your Dark Horse

Semakin cepat kita tiba, mungkin akan semakin baik. Ku percepat laju kudaku hingga akhirnya kami tiba di depan rumah tua yang terlihat tidak berpenghuni ini. Kenapa begitu gelap? Apa tidak ada orang sama sekali di dalamnya? Atau sengaja penjahat itu matikan semua lampu agar identitasnya tidak terlihat? Ku keluarkan belati tajam dari kantung pakaian ku. Perlahan ku buka pintu rumah itu, dan sebuah serangan dengan cepat berhasil ku tangkis.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Tersembunyi di Balik Cahaya

Tersembunyi di Balik Cahaya

Aku kedinginan. Ketika aku membuka mata, saat itu kamar gelap gulita. Jendela tidak tertutup gorden, jadi aku masih bisa melihat cahaya bulan dan lampu dari sana. Dugaanku, sekarang masih subuh. Benar saja, ketika aku melihat ponselku, memang masih pukul lima. Ngomong-ngomong, jika tidak menyadari kasur dan bantal yang kupakai berbeda, aku bahkan lupa jika aku ada di rumah Janice saat ini.
764 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Darkness Cultivator langsung mengeluarkan hawa kegelapan yang tiada habisnya yang bergerak cepat mengikuti ayunan tangan Darkness Cultivator menyeraang ke arah Wu Tian. Hawa kegelapan ini mengandung banyak elemen di dalamnya yaitu poison, lightning, ice, infection, darkness, dan paralyzed. Wu Tian menyadari bahayanya hawakegelapan yang dikeluarkan darkness Cultivator ini. "Jiwa Sinar Pedang!" Wu Tian mengeluarkan Jiwa Pedang yang terbuat dari qi yang kuat di dalam tubuhnya, kemudian ditebaskannya ke arah kumpulan hawa kegelapan yang semakin mendekatinya.
10121.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Beauty in the dark

Beauty in the dark

“Bersiaplah! Karena jika waktunya telah tiba, kau tidak akan mampu lagi untuk berdiri seperti saat ini!” Rae keluar dari ruangan tersebut dan berjalan cepat menuju tempat gelap. Ia akan meredam amarahanya, maka dari itu hanya tempat gelap dan sunyi yang bisa membuatnya kembali tenang. Kegelapan adalah temannya dan selalu menjadi obat terbaik untuk Rae dalam menghadapai setiap hal yang mengusik pikirannya. Tidak ada yang boleh mengganggunya. Jika tidak, tidak ada jaminan jika si pengganggu akan kembali dengan utuh.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Serunya sambil mulai bersiap untuk menyerang lagi. Mendengar perkataan sombongnya tentu saja aku juga marah, kami tak mau begitu saja menyerah walau gerhana sudah terjadi dan Azazel sang penguasa kegelapan sudah datang ke bumi. Azazel yang dipuja oleh kelompok Dark Lantern sebagai Dewa mereka. "Hei, bodoh! Aku belum kalah!" Teriakku.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai darkness poetry
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
Lentera Kosmis: Traversing the Celestial Odyssey

Lentera Kosmis: Traversing the Celestial Odyssey

Cahaya tersebut menembus pusaran energi gelap, menciptakan ledakan besar yang menerangi seluruh area. Kegelapan Tanpa Akhir berteriak kesakitan, mencoba melawan cahaya yang menyakitinya. Namun, senjata pamungkas tersebut terlalu kuat, dan perlahan-lahan kegelapan mulai menghilang, terserap oleh cahaya yang terang benderang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Mahligai Skandal

Mahligai Skandal

Ia berpikir bukan tentang apa yang ia cari, melainkan setitik cahaya itu bisa menerangi kegelapan hidupnya. Mematung di hadapan ribuan cahaya, namun tak jua menghibur. Yang lebih menyeramkan, cahaya itu berubah kelam tiba-tiba tertutup awan hitam dan setumpuk corak putih bersisik. Wanita itu seperti psiko menghantui gemerlap angkasa enggan menantang. Ribuan kali ia menghela nafas membayangkan waktu telah membuatnya tergelincir dalam keputus asaan. "Aini..."
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

Baginya, cahaya itu adalah penghinaan, seakan-akan dunia merayakan pengorbanannya tanpa memberinya penghargaan apa pun. “Jika dunia ini menginginkan terang, maka aku akan membawa kegelapan yang tak pernah mereka bayangkan,” katanya dingin. Ia mengepalkan tangan, dan kabut hitam di sekitarnya merespons, membentuk ribuan bayangan iblis kecil yang bersujud di hadapannya.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Lintas Takdir dan Kutukan

Lintas Takdir dan Kutukan

Dengan tekad yang tak tergoyahkan, ia meluncurkan cahaya itu ke arah sosok kegelapan, menghantamnya dengan kekuatan yang tak tertahankan. Sosok kegelapan itu berteriak kesakitan, tubuhnya mulai memudar seiring cahaya yang membakar bayangan-bayangan di sekitarnya. “Tidak! Aku tidak bisa kalah! Aku adalah kegelapan yang abadi!”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

membuka dirinya. Seperti belahan luka yang disayat di tubuh dunia, langit terbelah—menyisakan kegelapan yang bahkan cahaya pun enggan masuk. Tak ada bintang. Tak ada awan. Hanya kekosongan yang meluas perlahan, menelan batas-batas langit dan harapan umat manusia. Dari celah kehampaan itu, ia muncul. Dark Phoenix. Makhluk itu bukan sekadar representasi dari energi atau sihir.
1053.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai darkness poetry
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status