Candu Dekapan Kakak Ipar
“Nanti lain kali Djiwa ajak anak-anak, ya. Cicit Kakek udah besar sekarang. Umur mereka lima tahun. Udah sekolah TK semua. Tumbuh sehat, tampan dan cantik.”
Senyumnya melembut.
“Yang paling tua namanya Regantara. Dia pendiam, tapi dewasa sekali. Kadang cara bicaranya seperti Daddy-nya, mirip. Yang tengah, Narendra. Cerewet, usil, tapi paling gak tahan kalau lihat Mommy-nya sedih.”
Ia terkekeh pelan, sebelum melanjutkan. “Dan yang bungsu, Ranatuhita. Kami panggil dia Ratu. Perempuan satu-satunya. Manja, tapi hatinya lembut sekali.”