Reinkarnasi Sang Dewa Perang
Tidak ada suara burung, tidak ada dengung serangga—hanya desau angin yang menggoyangkan gandum.
Arjuna melangkah maju, merasa seolah sedang diawasi. Setelah berjalan beberapa saat, ia tiba di sebuah lapangan terbuka, di mana seorang wanita berdiri di tengahnya. Rambut wanita itu panjang, berwarna seperti daun di musim gugur, dan gaun hijaunya tampak seperti bagian dari alam itu sendiri. Mata hijau zamrudnya menatap Arjuna dengan tatapan yang penuh ketenangan, tetapi ada juga kedalaman yang tak bisa ia pahami.
“Selamat datang, Arjuna,” kata wanita itu. Suaranya lembut, seperti bisikan angin. “Aku adalah Demeter, penjaga alam dan kehidupan. Kau datang untuk belajar dariku.”
Capítulos em Alta