Obsesi Yang Menyelamatkanku
Tumpukan buku dan majalah desain berserakan di meja kopi, bantal yang tidak di tempatnya, sofa yang sedikit penyok dengan selimut kusut, dan beberapa mug kosong tergeletak di mana-mana.
Meja kerjanya penuh dengan sketsa, pena, dan laptop yang masih menyala, menampilkan software desain yang belum tertutup.
Keiran melangkah masuk, berhenti di ambang pintu, matanya menyapu seluruh ruangan.
Alisnya terangkat sedikit, dan sebuah kekeh pelan, nyaris tak terdengar, lolos dari bibirnya.
Ini adalah pemandangan baru baginya. Ia terbiasa dengan kerapian dan ketertiban yang sempurna, baik di apartemennya sendiri maupun di lingkungan kerjanya yang serba teratur.
Hot Chapters