I'm Sorry Laras
Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia menggenggam map berisi proposal kerja sama lebih erat, mencoba menjaga sikapnya tetap tenang dan profesional.
Sementara itu, Damar terlihat tertegun dari tempat duduknya. Ia menatap wanita muda di depannya dengan ekspresi yang sulit dibaca, campuran antara kebingungan, kagum, dan sesuatu yang lebih dalam yang ia sendiri belum pahami. Wajah Indira, meski sudah dewasa dan berbeda dari bayangan anak kecil yang ia ingat, sekilas memiliki kemiripan dengannya, garis rahang yang tegas, sorot mata yang tajam namun penuh emosi. Jantungnya berdegup lebih kencang, namun ia belum bisa memastikan apakah ini hanya perasaan atau memang ada hubungan yang lebih dari sek
Sikat na Kabanata