Duka Cita
Daripada Nando hanya bengong dan duduk seorang diri di ruang tamu, lebih baik pria itu berada di kediaman Arkatama.
“Jenguk Cita,” jawab Nando singkat, padat dan jelas.
Mulut Arya itu kembali berdecak. Sambil berjalan, ia memperhatikan penampilan Nando, dari ujung rambut hingga kaki. Sangat bersih, rapi, mahal, dan tanpa cela. Tidak jauh berbeda dengan sang Permaisuri dari keluarga Sagara. Selalu sempurna.
Hot Chapters