PURA PURA JADIAN
"Ya, aku cuma mau memastikan. Lagipula, aku juga mau lihat seberapa keren kamu saat latihan."
Reyhan tertawa kecil. "Kamu cemburu, ya?"
Aku mengangkat bahu. "Mungkin sedikit. Tapi lebih ke waspada aja."
Dia tersenyum dan menggenggam tanganku. "Kamu nggak perlu khawatir. Aku nggak akan ngelakuin apa pun yang bisa bikin kamu kecewa."
Percakapan kami terhenti oleh Dinda yang tiba-tiba menghampiri. "Hei, Nail, nggak perlu khawatir soal Reyhan. Dia itu tipe cowok setia. Aku jadi saksi hidupnya."