Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

protesnya penuh keyakinan dan pasti benar. “Oooooh, cucumber maksud tatan??? Hahaha,” Dini yang sadar akan kedunguannya, terbahak-bahak. Dini Diam-diam memprivate adiknya untuk meluruskan pronunciation (cara pengucapan) nya. Adiknya yang lugu nan baik, nurut saja bak robot yang kena hipnotis pencoleng. “Eeeerrrr (R) !!! ayo ucap ulang, ikuti kakak!” komando Dini pada murid kecilnya.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Bukan Sekadar Suami Bayaran

Bukan Sekadar Suami Bayaran

sindir Retta. "Alhamdulillah, Ma. Hari ini aku naik jabatan jadi staf di kantor," terang Dika dengan suara sabar. "Bagus dong kalau begitu," ucap Retta, "jadi kalian bisa menabung dan cepat-cepat pergi dari rumah ini," sambungnya lagi. "Doakan saja, ya Ma," balas Dika masih santai. "Untunglah anakku Ariella dapat suami mapan dan kaya, tidak sepertimu. Miskin dan hobi menyusahkan," ledek Retta.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Baru aja dapat kepercayaan udah nglunjak aja nih cowok. “Nggak tahu, dapat izin aja bisa apa nggak.” Aku menjawab sekenanya. “Paling juga nggak dibolehin,” sambungku jutek. “Kalau aku bilang udah diizinin gimana?” kata Dika yakin. “Hah!” Aku kaget hingga hampir melompat ke jok depan. “Kamu dukunin orang tuaku ya, Dik?” Dika tergelak.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Dikejar Jodoh

Dikejar Jodoh

“Gue pikir lo bakal seneng begitu tahu berita ini.” Elena terkekeh mendengar kalimat yang terlontar dari bibir Diaz, seniornya ini seolah tahu apa yang ada di kepalanya. Sungguh, Diaz memang paham siapa dirinya. “Dikit,” jawabnya dan otomatis membuat Diaz ikut tersenyum.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Dia Ditakdirkan Menjadi Anakmu

Dia Ditakdirkan Menjadi Anakmu

Wanita itu menelan ludah dengan susah payah, kerongkongannya tiba-tiba saja kering, apa yang baru saja di katakan oleh Bram adalah ketakutan terbesar yang selalu menganggu tidurnya tiap malam. "Menikah?" Amara mengumumkan kata itu, hal yang satu ini tak pernah dia pikirkan, saat dulu sebelum ada Maura hingga saat ini. "Sepertinya itu tak perlu, aku dan putriku sudah bahagia dengan kehidupan kami, menikah denganmu hanya akan menambah masalah untukku. Aku tak terbiasa hidup dengan seorang lelaki," tolak Amara. Dia sudah bertekad tak akan menerima apapun yang di tawarkan oleh Bram, baginya menjauh dari lelaki itu adalah yang terbaik untuk dirinya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Yang aneh adalah mereka yang lain tidak mencium bau bangkai yang dimaksud Dika. “Belum sikat gigi barangkali kamu, Dik.” Misa berkata dengan entengnya. Dika tidak terima, menurutnya ini masalah serius dan tidak baik jika dibuat bercandaan. “Ternyata benar yang dikatakan Jimat, kamu tidak berpikir sebagai ketua misi,” kata Dika. Deg... Kata-kata itu menusuk hati Misa, dia marah. “Eh, kamu itu yang tidak mikir. Kucing bilangnya hantu, bau bunga melati dikata bangkai. Mikir sedikit kenapa itu otak!”
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Dendam Pewaris Yang Terpendam

Dendam Pewaris Yang Terpendam

Diki terbelalak, "Apa yang kamu katakan Mahira?" Diki terkesiap dengan apa yang wanita di hadapannya ini katakan. Apa yang diucapkan Mahira berhasil membuat Diki sangat terkejut. Mana mungkin Mahira pergi dari rumah? Ayahnya pasti akan menghancurkan dan mengejarnya sampai dapat.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

Goda Dika “Hemm Waalaikumsalam Dika, Putri. Ayo masuk dulu.” “Gimana keadaanya Ra? Sehat kan? Ada yang sakit ga?” Tanya Putri. “Alhamdulillah semua sehat, dan ga ada yang sakit sama sekali.” “Iyalah ga sakit, orang udah bahagia gitu.” Goda Dika lagi. “Heh apasih goda – goda mulu.” Kata Rara sewot. “Btw, katanya ada mama. Mana mama?” tanya Dika
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Pejuang LDR

Pejuang LDR

sahut Dissa santay. "Kamu siapa?" ucap Diki dan sontak saja Dissa terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Diki kepadanya. "Aku adikmu kak, Dissa." jawab Dissa. "Adik? Aku tidak pernah mempunyai seorang adik perempuan. Kamu siapa? Kenapa kamu mengaku sebagai adikku. Wanita ini siapa ma?" tanya Diki dengan raut wajah penuh tanya.
9.87.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Tanya Mamah. "Si Vira noh Mah. Sebel Diki liat nya. Telfonan gak jelas mulu. Ngomong - ngomongin minuman keras lah gak pantes dia tuh begitu! Di ajarin gak bener tuh si Vira ama temen nya!" Ucap Diki.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai dikatakan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status