Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Cinta Om Om

Terjerat Cinta Om Om

tanya Attar “Ya ampun ini orang punya rumah sakit tapi kok nggak ada yang tahu,” ucap Dika yang mengusap wajahnya. “Jangan banyak cerita cepat kasi tahu aku,” ucap Attar. “Istri kamu itu sekarang dalam keadaan hamil,” ucapnya. Attar terdiam mendengar ucapan temannya. “Ulang,” ucapnya. “Periksa,” tanya Dika.
1031.9K viewsCompletedAdded to Library 702 Times as dikatakan
Read
+Library
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Baru aja dapat kepercayaan udah nglunjak aja nih cowok. “Nggak tahu, dapat izin aja bisa apa nggak.” Aku menjawab sekenanya. “Paling juga nggak dibolehin,” sambungku jutek. “Kalau aku bilang udah diizinin gimana?” kata Dika yakin. “Hah!” Aku kaget hingga hampir melompat ke jok depan. “Kamu dukunin orang tuaku ya, Dik?” Dika tergelak.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 450 Times as dikatakan
Read
+Library
Renjana

Renjana

Kataku dalam hati. “Kamu kenapa, Dik?” tanyaku pada Dika, dia kembali tak lama setelah mengejar pujaan hatinya itu. “Aku tadi bilang suka sama Bella,” kata Dika pelan. “Terus, terus gimana?” kataku penasaran dengan kisah anak-anak ini.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as dikatakan
Read
+Library
Dikejar Jodoh

Dikejar Jodoh

“Gue pikir lo bakal seneng begitu tahu berita ini.” Elena terkekeh mendengar kalimat yang terlontar dari bibir Diaz, seniornya ini seolah tahu apa yang ada di kepalanya. Sungguh, Diaz memang paham siapa dirinya. “Dikit,” jawabnya dan otomatis membuat Diaz ikut tersenyum.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as dikatakan
Read
+Library
Dia Ditakdirkan Menjadi Anakmu

Dia Ditakdirkan Menjadi Anakmu

"Tidak, Sayang. Perkenalkan, ini Tuan Bram. Ayah Putri," ucap Amara memperkenalkan Bram kepada lelaki yang baru saja mendekati nya. "Oh, perkenalkan. Saya Mario, teman dekat Amara!" Lelaki itu menekankan kata teman dekat, membuat Bram rasanya ingin meninju rahang lelaki itu.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as dikatakan
Read
+Library
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

Nindy mencoba membela diri dengan napas yang mulai tersengal cepat. "Nggak usah ngeles! Suamiku dengar jelas kalau Fajar rela istrinya ditidurin sama dokter asalkan istrinya bisa cepat hamil!" potong Tika tanpa memberikan ruang bagi Nindy untuk berbicara. Tika sengaja menambahkan kata-kata fitnah tersebut untuk memperburuk citra Nindy di mata warga perumahan, lalu ia memberikan tatapan yang sangat merendahkan dari atas sampai bawah ke arah perut Nindy.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as dikatakan
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Yang aneh adalah mereka yang lain tidak mencium bau bangkai yang dimaksud Dika. “Belum sikat gigi barangkali kamu, Dik.” Misa berkata dengan entengnya. Dika tidak terima, menurutnya ini masalah serius dan tidak baik jika dibuat bercandaan. “Ternyata benar yang dikatakan Jimat, kamu tidak berpikir sebagai ketua misi,” kata Dika. Deg... Kata-kata itu menusuk hati Misa, dia marah. “Eh, kamu itu yang tidak mikir. Kucing bilangnya hantu, bau bunga melati dikata bangkai. Mikir sedikit kenapa itu otak!”
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as dikatakan
Read
+Library
Dendam Pewaris Yang Terpendam

Dendam Pewaris Yang Terpendam

Diki terbelalak, "Apa yang kamu katakan Mahira?" Diki terkesiap dengan apa yang wanita di hadapannya ini katakan. Apa yang diucapkan Mahira berhasil membuat Diki sangat terkejut. Mana mungkin Mahira pergi dari rumah? Ayahnya pasti akan menghancurkan dan mengejarnya sampai dapat.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 364 Times as dikatakan
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status